Relawan FK Unair Jadi Ksatria Pemberantas Hoax Vaksinasi di Kepulauan Madura

Rabu, 13 Oktober 2021 - 21:05 WIB
loading...
Relawan FK Unair Jadi Ksatria Pemberantas Hoax Vaksinasi di Kepulauan Madura
Dekan FK Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Budi Santoso (kanan) memberikan apresiasi pada tim relawan medis Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) di FK Unair Surabaya, Rabu (13/10/2021). Foto/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Setelah satu bulan mengarungi lautan menyisir kepulauan Sumenep, Madura, Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) berlabuh kembali ke Surabaya, 4 Oktober 2021 lalu.

Perjalanan kapal milik keluarga besar Unair ini, membawa misi pemberantasan hoax tentang vaksinasi yang masih tumbuh subur di masyarakat . Misi ini dinamai MARCO-19 ( Madura Sadar COVID-19).

Makin spesial karena misi ini digawangi oleh dokter-dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Unair yang dilantik Juli 2021 lalu. Ada 8 dokter baru lulusan FK UNAIR yang menjalankan misi ini. Mereka masuk dalam Tim Penelitian dan Persuasi.

Baca juga: Bantu Percepat Kesejahteraan Masyarakat, Ketua DPD RI Sambut Baik KEK Gresik

Selain menjalankan misi pemberantasan hoax, mereka juga sekaligus melakukan penelitian tentang persepsi masyarakat di kepulauan Madura mengenai vaksinasi COVID-19. Tak tanggung-tanggung, 7 bakal penelitian lahir dari sini.

Dokter Sherly Yolanda, Ketua Tim Penelitian dan Persuasi menuturkan, misi ini bermula ketika para dokter lulusan FK UNAIR ini melakukan Webinar Awam seputar COVID-19. Saat itu, ia menjadi salah satu pemateri yang memaparkan tentang hoax COVID-19 yang beredar di masyarakat beserta cara menangkisnya.

“Rupanya, Direktur RSTKA, dr. Agus Harianto, Sp.B, mengikuti webinar kami. Beliau tertarik dan menantang kami bagaimana jika kami terjun memberantas hoax langsung di masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Jalankan Misi Marco-19, RS Terapung Ksatria Airlangga Sukses Arungi 12 Kepulauan Madura

Dari situ, akhirnya delapan dokter itulah yang menyanggupi tantagan pemberantasan hoax. Namun rupanya misi ini tak semudah dari apa yang mereka paparkan dalam forum yang notabene, pesertanya adalah orang-orang yang melek teknologi.

Di pedalaman, hoax tentang Vaksinasi COVID-19 mengakar dan dipercayai oleh masyarakat. Terutama di Kepualauan Sumenep. Ini juga yang menyebabkan cakupan vaksinasi di berada di urutan terendah dari kabupaten lain di Jatim, yakni di Angka 12, 33 persen.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1543 seconds (11.210#12.26)