Cerita Siswa di Grobogan Mencari Sinyal untuk Belajar sambil Refreshing
Rabu, 03 Juni 2020 - 08:53 WIB
loading...
Anak-anak Desa Suwatu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan belajar di gubug yang berada di atas bukit sambil mengusir kejenuhan. FOTO/iNews/RUSTAMAN NUSANTARA
A
A
A
GROBOGAN - Jenuh dan kangen kembali ke sekolah mulai dirasakan anak-anak di desa terpencil Kabupaten Grobogan . Aktivitas belajar di rumah yang membutuhkan internet lancar semakin menambah kebosanan. Untuk menghilangkan kejenuhan, sejumlah siswa memilih mengasingkan diri di atas bukit untuk mengerjakan tugas sekolah dan sambil refreshing.
Di puncak bukit yang dikelilingi tananam jagung ini, anak-anak Desa Suwatu, Kecamatan Gabus, Grobogan mengasingkan diri untuk menghilangkan rasa jenuh. Di bukit ini terdapat gubug yang dijadikan tempat belajar sambil menikmati pemandangan alam.
Untuk sampai di atas bukit, anak-anak harus berjalan kaki melewati jalan setapak, berlumpur dan terjal sejauh 3 kilometer. Meski cukup jauh dan menguras energi, tapi anak-anak tetap menikmatinya karena gubug kayu di atas puncak menjadi satu-satunya tempat untuk menghibur diri selama pandemi COVID-19. Rasa jenuh muncul setelah tiga bulan berada di rumah karena tidak ada kegiatan lain yang harus dilakukan selain belajar . Tidak adanya jaringan internet selama berada di rumah semakin menambah rasa bosan dan kepenatan. Banyak tugas dari sekolah belum bisa terselesaikan.(Baca juga: Pembelajaran Jarak Jauh di Salatiga Diperpanjang )
Pergi ke bukit dan melepas penat di gubug sudah anak-anak lakukan sejak sepekan lalu. Rasa kangen dan ingin kembali belajar di sekolah bersama-sama guru serta teman-teman terkadang muncul dalam pikiran mereka.
"Saya tidak bisa konsentrasi dalam mengerjakan tugas. Banyak tugas menumpuk dan belum selesai dikerjakan," kata siswa kelas 2 SMP di Gabus, Grobogan, Irfan, Rabu (3/6/2020).
Di puncak bukit yang dikelilingi tananam jagung ini, anak-anak Desa Suwatu, Kecamatan Gabus, Grobogan mengasingkan diri untuk menghilangkan rasa jenuh. Di bukit ini terdapat gubug yang dijadikan tempat belajar sambil menikmati pemandangan alam.
Untuk sampai di atas bukit, anak-anak harus berjalan kaki melewati jalan setapak, berlumpur dan terjal sejauh 3 kilometer. Meski cukup jauh dan menguras energi, tapi anak-anak tetap menikmatinya karena gubug kayu di atas puncak menjadi satu-satunya tempat untuk menghibur diri selama pandemi COVID-19. Rasa jenuh muncul setelah tiga bulan berada di rumah karena tidak ada kegiatan lain yang harus dilakukan selain belajar . Tidak adanya jaringan internet selama berada di rumah semakin menambah rasa bosan dan kepenatan. Banyak tugas dari sekolah belum bisa terselesaikan.(Baca juga: Pembelajaran Jarak Jauh di Salatiga Diperpanjang )
Pergi ke bukit dan melepas penat di gubug sudah anak-anak lakukan sejak sepekan lalu. Rasa kangen dan ingin kembali belajar di sekolah bersama-sama guru serta teman-teman terkadang muncul dalam pikiran mereka.
"Saya tidak bisa konsentrasi dalam mengerjakan tugas. Banyak tugas menumpuk dan belum selesai dikerjakan," kata siswa kelas 2 SMP di Gabus, Grobogan, Irfan, Rabu (3/6/2020).
Lihat Juga :