Sakit Hati Dilukai Wanita, Pria di Surabaya Lampiaskan Nafsu Birahi ke Bocah

Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:39 WIB
loading...
Sakit Hati Dilukai Wanita, Pria di Surabaya Lampiaskan Nafsu Birahi ke Bocah
Pria cabul, Asik Ariyanto diinterogasi petugas usai diamankan Unit PPA Polresta Surabaya. Foto: iNewsTV/Sony Hermawan
A A A
SURABAYA - Sakit hati pernah dilukai wanita , seorang pria di Surabaya , Asik Ariyanto melampiaskan nafsu bejatnya ke sejumlah bocah. Tercatat sudah lima korban yang melapor ke polisi.

Diperkiraan jumlah korbannya bisa bertambah karena belum semua korban melaporkan aksi bejat pria tersebut ke polisi.

Perbuatan bejat pria berumur 51 tahun terbongkar saat korban mengadu ke ibunya dan dilaporkan ke polisi. Beruntung, polisi segera menangkap pelaku agar korbannya tidak terus bertambah.

Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu, 8 Tahun Bapak Bejat Ini Setubuhi 2 Putri Cantiknya

Kini, Asik Ariyanto telah ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA), Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah mencabuli 5 bocah di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

Menurut petugas, pria asal Gresik ini sehari-harinya tinggal menumpang di sebuah masjid yang ada di Asembagus, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Pelaku yang hingga kini berstatus lajang tersebut, kerap berbuat cabul kepada korbannya. “Hingga saat ini, polisi telah menerima laporan dari lima orang tua korban, diperkirakan jumlahnya masih akan bertambah,” kata Kompol Edy Herwiyanto, Waka Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Baca juga: Sakit Hati, Mantan Kades Curi Mobil Operasional Sampah Milik Desa

Pelaku mengaku gemas melihat anak kecil sehingga timbul niat jahat untuk mencabuli korbannya. “Dari pengakuannya, pelaku juga dendam terhadap perempuan karena hatinya pernah dilukai,” ungkap Kompol Edy.

Hingga kini, polisi terus memeriksa pelaku dan juga telah menyita barang bukti di antaranya, pakaian yang digunakan para korban. “Dari pengakuan tersangka telah melancarkan aksi bejatnya sejak tahun 2020,” ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2520 seconds (11.97#12.26)