Ini Penjelasan Risma Tentang Penanganan COVID-19 di Surabaya
Rabu, 03 Juni 2020 - 04:18 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berdiskusi dengan Kepala BNPB, Doni Monardo, dan Menkes, Terawan Agus Putranto. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Penanganan COVID-19 harus dilakukan dengan cepat dan terpadu. Dibutuhkan etos kerja yang mumpuni untuk bisa melawan pandemi yang terjadi hampir disemua negara.
(Baca juga: Kasus Terkonfirmasi di Surabaya Naik, Kepala BNPB: Hasil Kerja Keras )
Kerja keras itu disampikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ketika menerima kunjungan kerja Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo.
Risma bersama jajaran pun mengajak Menkes dan Kepala BNPB meninjau Hotel Asrama Haji, Sukolilo Surabaya. Di sana, rombongan sudah disambut puluhan warga yang telah dinyatakan sembuh dan negatif dari dua kali hasil Swab. Warga yang telah dinyatakan negatif swab itu, juga langsung dipulangkan ke rumah masing-masing, pada Selasa (2/6/2020).
Risma menuturkan, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Pahlawan dilakukan dengan masif melalui tracing dan pemetaan suatu wilayah. "Ketika pertama menerima data seseorang itu positif, kami selanjutnya mentracing. Jadi kami punya beberapa kluster yang ada di Surabaya. Kita tracing, siapa dia, ketemu dimana, kemudian siapa saja di situ," kata Risma.
Dari hasil tracing itu, katanya, kemudian ditemukan ODR (orang dengan resiko). Dari dasar data itu, pihaknya kemudian mendetailkan siapa saja atau keluarga yang ada di situ.
(Baca juga: Kasus Terkonfirmasi di Surabaya Naik, Kepala BNPB: Hasil Kerja Keras )
Kerja keras itu disampikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ketika menerima kunjungan kerja Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo.
Risma bersama jajaran pun mengajak Menkes dan Kepala BNPB meninjau Hotel Asrama Haji, Sukolilo Surabaya. Di sana, rombongan sudah disambut puluhan warga yang telah dinyatakan sembuh dan negatif dari dua kali hasil Swab. Warga yang telah dinyatakan negatif swab itu, juga langsung dipulangkan ke rumah masing-masing, pada Selasa (2/6/2020).
Risma menuturkan, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Pahlawan dilakukan dengan masif melalui tracing dan pemetaan suatu wilayah. "Ketika pertama menerima data seseorang itu positif, kami selanjutnya mentracing. Jadi kami punya beberapa kluster yang ada di Surabaya. Kita tracing, siapa dia, ketemu dimana, kemudian siapa saja di situ," kata Risma.
Dari hasil tracing itu, katanya, kemudian ditemukan ODR (orang dengan resiko). Dari dasar data itu, pihaknya kemudian mendetailkan siapa saja atau keluarga yang ada di situ.
Lihat Juga :