Sulit Dapatkan Keringanan Kredit, Silakan Mengadu ke Sini
Rabu, 22 April 2020 - 08:16 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan, setidaknya ada 371 warga yang wadul padanya tentang susahnya mengajukan kerinanan kredit. FOTO/CAPTURE/kreditcenter.jatengprov.go.id
A
A
A
SEMARANG - Program restrukturisasi kredit yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tengah wabah covid-19 dirasa sangat membantu. Meski begitu, banyak masyarakat yang mengeluh karena kesulitan memperoleh program itu.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan, setidaknya ada 371 warga yang wadul padanya tentang susahnya mengajukan kerinanan kredit. Ia berharap, lembaga keuangan seperti perbankan, leasing dan lainnya tidak mempersulit warganya dalam mengajukan restrukturisasi.
"Program restrukturisasi kredit ini sangat membantu masyarakat. Sejak diluncurkan, sampai 16 April lalu sudah ada 72.699 nasabah di Jateng yang disetujui restrukturisasi kreditnya dengan jumlah kredit sebesar Rp6,8 triliun," kata Ganjar, Selasa (21/4/2020).
Meski begitu, laporan yang masuk tentang kesulitan mengakses kebijakan itu, lanjut dia, juga cukup banyak. Laporan itu masuk melalui akun media sosial pribadinya atau pun melalui kanal aduan Laporgub.
"Banyak yang mengadu ke saya, misalnya Mas Saiful Anwar dari Banjarnegara. Sekarang dia nganggur karena tempat kerjanya tutup. Dia mengatakan ke saya bahwa sulit mengajukan keringanan kredit sepeda motor. Yang begini-begini ini harus dibantu, apalagi katanya, istrinya Mas Saiful ini sebentar lagi melahirkan," tuturnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan, setidaknya ada 371 warga yang wadul padanya tentang susahnya mengajukan kerinanan kredit. Ia berharap, lembaga keuangan seperti perbankan, leasing dan lainnya tidak mempersulit warganya dalam mengajukan restrukturisasi.
"Program restrukturisasi kredit ini sangat membantu masyarakat. Sejak diluncurkan, sampai 16 April lalu sudah ada 72.699 nasabah di Jateng yang disetujui restrukturisasi kreditnya dengan jumlah kredit sebesar Rp6,8 triliun," kata Ganjar, Selasa (21/4/2020).
Meski begitu, laporan yang masuk tentang kesulitan mengakses kebijakan itu, lanjut dia, juga cukup banyak. Laporan itu masuk melalui akun media sosial pribadinya atau pun melalui kanal aduan Laporgub.
"Banyak yang mengadu ke saya, misalnya Mas Saiful Anwar dari Banjarnegara. Sekarang dia nganggur karena tempat kerjanya tutup. Dia mengatakan ke saya bahwa sulit mengajukan keringanan kredit sepeda motor. Yang begini-begini ini harus dibantu, apalagi katanya, istrinya Mas Saiful ini sebentar lagi melahirkan," tuturnya.
Lihat Juga :