Kisah Spiritual Pangeran Diponegoro dari Pantai Selatan hingga Bersemedi di Imogiri
Selasa, 12 Oktober 2021 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Selama berada di pesantren dan masjid tersebut, Pangeran Diponegoro hidup bersama para santri biasa. Diduga pesnatren yang dikunjunginya berada di wilayah selatan Yogyakarta, seperti Gading, Grojokan, Sewon, Wonokromo, Jejeran, Turi, Pulo Kadang, termasuk dua pathok negari, Kasongan, dan Dongkelan.
Baca juga: Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak Gadis di Subang Belum Terungkap, Keluarga Yakin Yosef Tak Terlibat
Bahkan, diduga Pangeran Diponegoro juga sempat menelusuri daerah pedalaman, menuju kompleks pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta. Di Bengkung, di tepi kolam yang berada di puncak tangga besar menuju makam raja-raja, ia menghabiskan waktu satu minggu untuk bersemedi.
Pangeran Diponegoro, disebut juga mengikuti salat Jumat di Masjid Jimatan, bersama para juru kunci masjid yang dikenal sebagai jimat, Mereka menjaga makam raja-raja yang letaknya 100 meter di bawah puncak Bukit Imogiri.
Meski sedang menjadi pengelana berpenampilan lusuh, Pangeran Diponegoro menceritakan, para juru kunci itu langsung mengenali dirinya dan memberinya penghormatan dengan segala apa yang mereka miliki.
Penghormatan yang luar biasa dari para juru kunci makam tersebut, menjadi bukti betapa Pangeran Diponegoro dikagumi oleh banyak kalangan. Bahka, banyak dari mereka yang kemudian mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro, dalam melawan Belanda melalui Perang Jawa.
Baca juga: Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak Gadis di Subang Belum Terungkap, Keluarga Yakin Yosef Tak Terlibat
Bahkan, diduga Pangeran Diponegoro juga sempat menelusuri daerah pedalaman, menuju kompleks pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta. Di Bengkung, di tepi kolam yang berada di puncak tangga besar menuju makam raja-raja, ia menghabiskan waktu satu minggu untuk bersemedi.
Pangeran Diponegoro, disebut juga mengikuti salat Jumat di Masjid Jimatan, bersama para juru kunci masjid yang dikenal sebagai jimat, Mereka menjaga makam raja-raja yang letaknya 100 meter di bawah puncak Bukit Imogiri.
Meski sedang menjadi pengelana berpenampilan lusuh, Pangeran Diponegoro menceritakan, para juru kunci itu langsung mengenali dirinya dan memberinya penghormatan dengan segala apa yang mereka miliki.
Penghormatan yang luar biasa dari para juru kunci makam tersebut, menjadi bukti betapa Pangeran Diponegoro dikagumi oleh banyak kalangan. Bahka, banyak dari mereka yang kemudian mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro, dalam melawan Belanda melalui Perang Jawa.
(eyt)
Lihat Juga :