Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:01 WIB
loading...
Puluhan siswa SMAN 48 Jakarta mengikuti kegiatan bertajuk Jakarta Weather Detective (U-Detect Jakarta). Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Puluhan siswa SMAN 48 Jakarta mengikuti kegiatan bertajuk Jakarta Weather Detective (U-Detect Jakarta). Program U-Detect dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif dalam pemantauan lingkungan menggunakan sensor cuaca berbasis Internet of Things (IoT).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh PT Insight Investments Management (IIM) Makmur, dan U-Inspire Indonesia melalui pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Pelatihan ini dalam upaya meningkatkan literasi iklim, Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) bagi generasi muda dan diluncurkan pada Rabu 17 Juni 2026.
Sebanyak 30 siswa yang terbagi dalam 15 kelompok mendapatkan kesempatan untuk mempelajari cara kerja sensor, melakukan pengumpulan data suhu dan kelembapan secara real-time, serta menganalisis kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Baca juga: BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Melalui pendekatan citizen science, para siswa berperan sebagai “detektif cuaca” yang tidak hanya memahami teori perubahan iklim dan fenomena Urban Heat Island (UHI), tetapi juga terlibat langsung dalam proses observasi dan pengolahan data. Sebanyak 15 sensor cuaca ditempatkan di rumah siswa dan satu titik di lingkungan sekolah untuk menghasilkan data mikroklimat yang lebih representatif.
Direktur PT IIM Ria M Warganda mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pengelolaan investasi yang bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh PT Insight Investments Management (IIM) Makmur, dan U-Inspire Indonesia melalui pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Pelatihan ini dalam upaya meningkatkan literasi iklim, Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) bagi generasi muda dan diluncurkan pada Rabu 17 Juni 2026.
Sebanyak 30 siswa yang terbagi dalam 15 kelompok mendapatkan kesempatan untuk mempelajari cara kerja sensor, melakukan pengumpulan data suhu dan kelembapan secara real-time, serta menganalisis kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Baca juga: BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Melalui pendekatan citizen science, para siswa berperan sebagai “detektif cuaca” yang tidak hanya memahami teori perubahan iklim dan fenomena Urban Heat Island (UHI), tetapi juga terlibat langsung dalam proses observasi dan pengolahan data. Sebanyak 15 sensor cuaca ditempatkan di rumah siswa dan satu titik di lingkungan sekolah untuk menghasilkan data mikroklimat yang lebih representatif.
Direktur PT IIM Ria M Warganda mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pengelolaan investasi yang bertanggung jawab.
Lihat Juga :