Kasus Positif COVID-19 Baru di Jabar dari Penularan Lokal
Selasa, 02 Juni 2020 - 23:41 WIB
loading...
A
A
A
Anggota klaster GBI yang berada di luar Jabar pun, telah menjalani tes. "Angka positif dari klaster (GBI) ini memang 10 persen dari yang reaktif. Sedangkan klaster lain, seperti HIPMI dan seminar di Bogor tidak bertambah lagi," ujar dia.
Menurut Siska, klaster GBI yang berkaitan dengan klaster GPIB ini jumlahnya mencapai sekitar 2.000 orang. Penambahan kasus dari klaster ini terjadi akibat panjangnya mata rantai penularan. (BACA JUGA: Jika Mal di Kota Bandung Boleh Buka, Tiga Gerai Ini Dilarang Beroperasi )
"Ada yang di lingkungan kerja, kantor, tetangga, masih sedang kami telusuri. Di Kota Bandung, yang kasus di pabrik itu kan akhiran klaster GBI juga. Kemudian pabrik di Sumedang. Lainnya juga ada local transmission di kabupaten dan kota," tutur Siska.
Siska mengungkapkan, pihaknya bakal terus menggelar tes COVID-19 secara masif untuk membatasi ruang gerak COVID-19 dan melakukan penyekatan, sehingga penularan COVID-19 di Jabar dapat dikendalikan, terutama saat penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal.
Menurut Siska, klaster GBI yang berkaitan dengan klaster GPIB ini jumlahnya mencapai sekitar 2.000 orang. Penambahan kasus dari klaster ini terjadi akibat panjangnya mata rantai penularan. (BACA JUGA: Jika Mal di Kota Bandung Boleh Buka, Tiga Gerai Ini Dilarang Beroperasi )
"Ada yang di lingkungan kerja, kantor, tetangga, masih sedang kami telusuri. Di Kota Bandung, yang kasus di pabrik itu kan akhiran klaster GBI juga. Kemudian pabrik di Sumedang. Lainnya juga ada local transmission di kabupaten dan kota," tutur Siska.
Siska mengungkapkan, pihaknya bakal terus menggelar tes COVID-19 secara masif untuk membatasi ruang gerak COVID-19 dan melakukan penyekatan, sehingga penularan COVID-19 di Jabar dapat dikendalikan, terutama saat penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal.
(awd)
Lihat Juga :