Hendi Sebut Ada Opsi New Normal Parsial Untuk Kota Semarang
Selasa, 02 Juni 2020 - 23:26 WIB
loading...
A
A
A
“Tapi saya melihat hari ini kita belum perlu seperti PSBB, kita masifkan lagi patroli dan tes massal secara acak," tambahnya.(Baca juga : Pemkot Semarang Sebut Rentetan Klaster Baru COVID-19 Terus Bertambah )
Namun di sisi lain, Hendi menyebutkan masih membuka opsi untuk menjalankan New Normal secara parsial, atau menjalankan New Normal pada beberapa sektor satu per satu. "Kalau bicara New Normal. nanti kita akan per sektor saja, sektor yang sangat mendesak ya kita rapatkan hari ini, yaitu sektor tempat ibadah dan tempat olah raga," ungkap Hendi.
"Dasarnya nanti sesuai dengan Menteri Agama dan juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengelola ibadah, apabila bersepakat akan dibuat pernyataan. Dari dasar itu nanti camat akan meneruskan kepada Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang," terangnya.
Sementara itu terkait sektor pendidikan, Hendi menekankan bahwa saat ini kegiatan belajar mengajar masih dalam masa libur sekolah, sehingga belum didiskusikan.
"Sekolah masih lama, karena masih libur, hari ini anak - anak SD, SMP, SMA masih libur, sehingga tidak didiskusikan hari ini," jawab Hendi. "Nanti kalau mendekati jadwal masuk sekolah, baru akan kita didiskusikan apakah mampu atau tidak mampu," tekannya.
Namun di sisi lain, Hendi menyebutkan masih membuka opsi untuk menjalankan New Normal secara parsial, atau menjalankan New Normal pada beberapa sektor satu per satu. "Kalau bicara New Normal. nanti kita akan per sektor saja, sektor yang sangat mendesak ya kita rapatkan hari ini, yaitu sektor tempat ibadah dan tempat olah raga," ungkap Hendi.
"Dasarnya nanti sesuai dengan Menteri Agama dan juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengelola ibadah, apabila bersepakat akan dibuat pernyataan. Dari dasar itu nanti camat akan meneruskan kepada Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang," terangnya.
Sementara itu terkait sektor pendidikan, Hendi menekankan bahwa saat ini kegiatan belajar mengajar masih dalam masa libur sekolah, sehingga belum didiskusikan.
"Sekolah masih lama, karena masih libur, hari ini anak - anak SD, SMP, SMA masih libur, sehingga tidak didiskusikan hari ini," jawab Hendi. "Nanti kalau mendekati jadwal masuk sekolah, baru akan kita didiskusikan apakah mampu atau tidak mampu," tekannya.
(nun)
Lihat Juga :