Hendi Sebut Ada Opsi New Normal Parsial Untuk Kota Semarang
Selasa, 02 Juni 2020 - 23:26 WIB
loading...
Seorang tenaga medis saat mengambil spesimen salah seorang warga yang menjalani tes swab. Foto: Dok Humas Pemkot Semarang
A
A
A
SEMARANG - Wali Kota Semarang , Hendrar Prihadi menjelaskan dengan ditemukannya rentetan klaster baru COVID-19 di Kota Semarang beberapa hari terakhir ini, opsi menjalankan New Normal secara utuh menjadi jauh dari kebijakan yang akan diambil.
Pasalnya meski beberapa kriteria menjalankan New Normal telah dapat terpenuhi di Kota Semarang, namun melonjaknya kasus positif COVID-19 telah meningkatkan angka RO Ibu Kota Jawa Tengah tersebut juga.
Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut mengungkapkan, RO kota yang dipimpinnya saat ini ada pada angka 1,47, padahal untuk menjalankan New Normal seharusnya sebuah wilayah mencatatkan Ro di bawah 1.
Hendi menyebutkan, dengan angka positif COVID-19 yang semula sebelum lebaran berada pada angka 47 orang, dan kemudian melonjak menjadi 127 orang, hampir mustahil memaksakan menjalankan New Normal secara penuh.
"Kalau New Normal secara keseluruhan, sudah lupakan saja lah, karena kita hitung Ro kita sampai 30 Mei adalah 1,47. Kalau kita kejar 127 orang menjadi 50 orang dalam lima hari, saya rasa ini sangat berat. Tapi saya belum bisa memutuskan apakah PKM diperpanjang atau tidak, tapi kalau lihat angkanya kan ini terus naik," jelas Hendi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (2/6/2020).
Pasalnya meski beberapa kriteria menjalankan New Normal telah dapat terpenuhi di Kota Semarang, namun melonjaknya kasus positif COVID-19 telah meningkatkan angka RO Ibu Kota Jawa Tengah tersebut juga.
Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut mengungkapkan, RO kota yang dipimpinnya saat ini ada pada angka 1,47, padahal untuk menjalankan New Normal seharusnya sebuah wilayah mencatatkan Ro di bawah 1.
Hendi menyebutkan, dengan angka positif COVID-19 yang semula sebelum lebaran berada pada angka 47 orang, dan kemudian melonjak menjadi 127 orang, hampir mustahil memaksakan menjalankan New Normal secara penuh.
"Kalau New Normal secara keseluruhan, sudah lupakan saja lah, karena kita hitung Ro kita sampai 30 Mei adalah 1,47. Kalau kita kejar 127 orang menjadi 50 orang dalam lima hari, saya rasa ini sangat berat. Tapi saya belum bisa memutuskan apakah PKM diperpanjang atau tidak, tapi kalau lihat angkanya kan ini terus naik," jelas Hendi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (2/6/2020).
Lihat Juga :