Memilukan, Korban Tewas Bentrokan Maut di Indramayu Tinggalkan Istri Hamil Tua dan Balita

Kamis, 07 Oktober 2021 - 12:46 WIB
loading...
Memilukan, Korban Tewas...
Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi berbincang dengan istri almarhum Uyut Suhenda, korban bentrokan maut yang tengah hamil tua, Kamis (7/10/2021). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
MAJALENGKA - Korban tewas bentrokan maut antara penggarap lahan dan anggota organisasi masyarakat (Ormas) di Lahan PG Jatitujuh di Indramayu meninggalkan istri yang hamil tua dan anak balita.

Bentrokan yang diakibatkan konflik pertanahan itu mengakibatkan dua nyawa melayang. Korban tewas dengan luka bacokan di sekujur tubuhnya.

Kedua korban, yakni Uyut Suhenda selaku Ketua Padepokan Awaliah, dan Yayan Sutaryan yang menjabat Ketua BUMDES Jatiraga.

Baca juga: Polisi Pukul Mundur Gerombolan Bersenjata Tajam saat Tangkap Pelaku Bentrokan Maut

Keduanya merupakan warga Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Almarhum Uyut Suhenda, warga Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh itu meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

Kesedihan pun menyelimuti wajah sang istri yang kini tengah hamil tua anak keduanya dengan usia kandungan 7 bulan. Sedangkan anak pertamanya masih berusia 9 tahun.

Kondisi serupa juga dialami istri Yayan Sutaryan. Almarhum meninggalkan lima orang anak. Bahkan, salah satu anaknya masih balita berusia 2,5 tahun.

Baca juga: 7 Anggota Ormas Tersangka Bentrokan Maut di Indramayu, Ini Peran Masing-Masing Pelaku

"Tadi pagi saya berkunjung menemui keluarga korban yang meninggal akibat konflik pertanahan yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Indramayu itu," ujar anggota DPR RI, Dedi Mulyadi usai menemui keluarga korban, Kamis (7/10/2021).

"Air mata saya menetes, tidak tahan melihat janin dan anak yang ditinggalkan oleh ayah mereka," ujarnya.

Dia menuturkan, konflik tersebut dipicu sengketa lahan hak guna usaha (HGU) yang melibatkan dua pihak. Pihak pertama, yakni mitra perkebunan dalam hal ini PG Jatitujuh yang menggarap lahan seluas dua hektare.

"Adapun pihak kedua adalah mereka yang ingin menggarap areal itu untuk pertanian padi dan palawija tanpa keterikatan dengan pihak perkebunan," ungkapnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Dedi pun mendesak kepala daerah kedua wilayah, yakni Majalengka dan Indramayu untuk segera bertemu.

"Pemimpin kedua wilayah (Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka) harus bertemu untuk memetakan wilayah secara komprehensif, yakni tentang mana area perkebunan dan mana area pertanian non-tebu," jelasnya.

Dia juga menyarankan agar pihak perkebunan sebaiknya melibatkan aparat keamanan ketika mengerjakan lahan produksi, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen pada wilayah yang terkait sengketa lahan.

"Sehingga, konflik dapat dihindarkan sedini mungkin," katanya.

Dalam kesempatan itu, Dedi mengingatkan para politisi, agar tidak menggunakan isu pertanahan untuk mencari simpati dengan janji hak kepemilikan atas tanah. Pasalnya, jika hal itu terus dilakukan, akan memicu emosi dan berdampak pada jatuhnya korban.

"Kedua belah pihak juga dapat menjaga diri dan kembali bekerja sesuai dengan profesi dan tugas masing-masing," tegasnya.

Dia menekankan, aparat penegak hukum agar serius menindaklanjuti kasus tersebut dengan memberikan tindakan tegas pada para pelaku kejahatan yang mengakibatkan bentrokan maut itu terjadi.

"Pelaku kejahatan harus dihukum setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku di negeri ini," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Rekomendasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved