Wali Kota Makassar Mutasi 40 Pejabat Eselon III
Kamis, 07 Oktober 2021 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, mutasi jabatan di Pemkot Makassar memang sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Sasaran pertamanya dilakukan pada 26 Juli 2021 melalui job fit untuk pejabat eselon II. Dari sini beberapa pejabat bergeser jadi staf ahli.
Kemudian disusul pelantikan 15 camat baru pada 27 Agustus 2021 yang berlangsung di Anjungan Pantai Losari. Mereka yang dilantik menjadi camat rata-rata menjabat sebagai Master Covid-19 di kecamatan.
Tak lama berselang, pada 1 September 2021, Pemkot Makassar kembali melantik dan mengambil sumpah 47 pejabat administrator eselon III. Pelantikannya juga berlangsung di Anjungan Pantai Losari.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto pun membenarkan adanya pelantikan pejabat baru hasil mutasi tersebut. Kata dia, mereka yang dilantik merupakan orang-orang yang dianggap berkompeten dan memahami visi misi wali kota-wakil wali kota Makassar.
Baca Juga: Taufan Pawe Menyampaikan Selamat Atas Pelantikan Rektor ITBH Parepare
Danny mengaku resetting yang dilakukan ini untuk memperbaiki muruah pemerintahan yang telah lama pudar. Banyak pejabat yang dianggap merusak kerja-kerja pemerintahan.
Kemudian disusul pelantikan 15 camat baru pada 27 Agustus 2021 yang berlangsung di Anjungan Pantai Losari. Mereka yang dilantik menjadi camat rata-rata menjabat sebagai Master Covid-19 di kecamatan.
Tak lama berselang, pada 1 September 2021, Pemkot Makassar kembali melantik dan mengambil sumpah 47 pejabat administrator eselon III. Pelantikannya juga berlangsung di Anjungan Pantai Losari.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto pun membenarkan adanya pelantikan pejabat baru hasil mutasi tersebut. Kata dia, mereka yang dilantik merupakan orang-orang yang dianggap berkompeten dan memahami visi misi wali kota-wakil wali kota Makassar.
Baca Juga: Taufan Pawe Menyampaikan Selamat Atas Pelantikan Rektor ITBH Parepare
Danny mengaku resetting yang dilakukan ini untuk memperbaiki muruah pemerintahan yang telah lama pudar. Banyak pejabat yang dianggap merusak kerja-kerja pemerintahan.
Lihat Juga :