2 Pekan Diculik, Rafa Bocah 5 Tahun Akhirnya Kembali ke Pangkuan Sang Ayah
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:05 WIB
loading...
Rafa Mutiara Zahra berpelukan dengan sang ayah setelah sempat hilang dibawa kabur hampir dua pekan. Foto/Ist
A
A
A
BANDUNG - Bocah asal Bandung, Rafa Mutiara Zahra yang selama hampir dua pekan menjadi korban penculikan akhirnya kembali ke pangkuan sang ayah. Dia kini telah kembali ke rumahnya di Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jabar.
Zahra, bocah 5 tahun itu ditemukan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung setelah dibawa kabur hampir dua pekan oleh perempuan bernama Cahya.
Baca juga: Derita Bocah 5 Tahun, Sepekan Hilang Diculik Teman Orang Tuanya
Pelaku merupakan teman ayah korban. Kebahagiaan pun kini menyelimuti Zahra dan keluarganya.
Zahra berhasil ditemukan setelah tim Unit PPA Satreskrim Bandung melakukan pencarian sejak Zahra dilaporkan hilang diculik 24 September 2021 lalu.
Baca juga: Terungkap, Video Viral Hoax Penculikan Anak Ternyata Diunggah Pria asal Magelang
Rohendi, ayah korban pun mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena dapat kembali memeluk dan bercengkrama dengan anak sulungnya itu.
"Alhamdulillah, alhamdulillah, saya bahagia sekali karena bisa kembali bertemu anak saya," ungkap Rohendi, Rabu (6/10/2021).
Rohendi mengungkapkan bahwa anaknya berhasil ditemukan polisi pada Selasa (5/10/2021) pagi kemarin. Dia mengaku mendengar kabar penemuan anaknya langsung bergegas untuk menjemput Zahra di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung.
Menurut Rohendi, saat pertama kali bertemu di kantor polisi, anaknya sempat ketakutan dan menangis karena trauma.
Namun, saat ini, anaknya telah membaik, bahkan sudah kembali bermain dengan adik dan teman-temannya. Rohendi juga mengungkapkan, saat kembali ke rumah, Zahra langsung memeluk sang adik yang sangat dirindukannya.
"Alhamdulillah, kondisinya sekarang sudah baik, bisa tertawa bahagia, berpelukan, dan bermain lagi dengan adiknya. Dia juga bilang kangen banget sama adiknya waktu pertama kali pulang ke rumah," tutur Rohendi.
Rohendi pun berjanji untuk menjaga anak perempuannya itu lebih baik lagi, agar kejadian serupa tak terulang. Dia pun berharap, kelak Zahra menjadi orang yang sukses.
"Insya Allah, saya akan jaga lebih baik lagi Zahra, mohon doanya saja," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Rohendi sempat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung terkait kasus penculikan anaknya oleh seorang perempuan yang juga temannya itu.
Usai diperiksa, Rohendi mengaku, penculikan ini berawal saat kedatangan seorang teman perempuannya bernama Cahya. Perempuan tersebut dikenal Rohendi sejak dua tahun terakhir.
Tanpa merasa curiga, Rohendi mengizinkan anaknya diajak bermain ke sebuah mall oleh pelaku. "Sebelumnya pernah diajak bermain oleh pelaku dan dibawa kembali ke rumah," ujarnya.
Tetapi, saat pertengahan September, pelaku kembali mengajak korban bermain, namun tidak dikembalikan oleh pelaku. Pelaku sendiri sempat menghubungi Rohendi melalui video call dan menyatakan bahwa korban dalam keadaan selamat dan akan dikembalikan.
Menurut Rohendi, saat video call, anaknya itu terlihat menangis dan ketakutan. Setelah itu korban tidak dikembalikan oleh pelaku, dan terakhir pelaku menyebutkan berada di Surabaya. Rohendi juga mengatakan, pelaku nekad membawa kabur anaknya tersebut karena sayang.
"Karena tidak dipulangkan, saya melaporkan kasus penculikan anak tersebut ke Polrestabes Bandung," katanya.
Zahra, bocah 5 tahun itu ditemukan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung setelah dibawa kabur hampir dua pekan oleh perempuan bernama Cahya.
Baca juga: Derita Bocah 5 Tahun, Sepekan Hilang Diculik Teman Orang Tuanya
Pelaku merupakan teman ayah korban. Kebahagiaan pun kini menyelimuti Zahra dan keluarganya.
Zahra berhasil ditemukan setelah tim Unit PPA Satreskrim Bandung melakukan pencarian sejak Zahra dilaporkan hilang diculik 24 September 2021 lalu.
Baca juga: Terungkap, Video Viral Hoax Penculikan Anak Ternyata Diunggah Pria asal Magelang
Rohendi, ayah korban pun mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena dapat kembali memeluk dan bercengkrama dengan anak sulungnya itu.
"Alhamdulillah, alhamdulillah, saya bahagia sekali karena bisa kembali bertemu anak saya," ungkap Rohendi, Rabu (6/10/2021).
Rohendi mengungkapkan bahwa anaknya berhasil ditemukan polisi pada Selasa (5/10/2021) pagi kemarin. Dia mengaku mendengar kabar penemuan anaknya langsung bergegas untuk menjemput Zahra di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung.
Menurut Rohendi, saat pertama kali bertemu di kantor polisi, anaknya sempat ketakutan dan menangis karena trauma.
Namun, saat ini, anaknya telah membaik, bahkan sudah kembali bermain dengan adik dan teman-temannya. Rohendi juga mengungkapkan, saat kembali ke rumah, Zahra langsung memeluk sang adik yang sangat dirindukannya.
"Alhamdulillah, kondisinya sekarang sudah baik, bisa tertawa bahagia, berpelukan, dan bermain lagi dengan adiknya. Dia juga bilang kangen banget sama adiknya waktu pertama kali pulang ke rumah," tutur Rohendi.
Rohendi pun berjanji untuk menjaga anak perempuannya itu lebih baik lagi, agar kejadian serupa tak terulang. Dia pun berharap, kelak Zahra menjadi orang yang sukses.
"Insya Allah, saya akan jaga lebih baik lagi Zahra, mohon doanya saja," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Rohendi sempat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung terkait kasus penculikan anaknya oleh seorang perempuan yang juga temannya itu.
Usai diperiksa, Rohendi mengaku, penculikan ini berawal saat kedatangan seorang teman perempuannya bernama Cahya. Perempuan tersebut dikenal Rohendi sejak dua tahun terakhir.
Tanpa merasa curiga, Rohendi mengizinkan anaknya diajak bermain ke sebuah mall oleh pelaku. "Sebelumnya pernah diajak bermain oleh pelaku dan dibawa kembali ke rumah," ujarnya.
Tetapi, saat pertengahan September, pelaku kembali mengajak korban bermain, namun tidak dikembalikan oleh pelaku. Pelaku sendiri sempat menghubungi Rohendi melalui video call dan menyatakan bahwa korban dalam keadaan selamat dan akan dikembalikan.
Menurut Rohendi, saat video call, anaknya itu terlihat menangis dan ketakutan. Setelah itu korban tidak dikembalikan oleh pelaku, dan terakhir pelaku menyebutkan berada di Surabaya. Rohendi juga mengatakan, pelaku nekad membawa kabur anaknya tersebut karena sayang.
"Karena tidak dipulangkan, saya melaporkan kasus penculikan anak tersebut ke Polrestabes Bandung," katanya.
(shf)
Lihat Juga :