Sekda Palopo Tegur Calon Kepala Sekolah di Acara Diklat: Jangan Ada Tidur
Senin, 27 September 2021 - 14:55 WIB
loading...
Sekda Kota Palopo, Firmansyah DP, mewakili Wali Kota Palopo, HM Judas Amir membuka diklat calon kepala sekolah Pemkot Palopo, Senin (27/9) siang. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
PALOPO - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo, Firmansyah DP menegur peserta diklat calon kepala sekolah gara-gara kedapatan menutup mata saat mengikuti kegiatan, Senin (27/9).
Firmansyah yang hadir membawakansambutan Wali Kota Palopo , HM Judas Amir langsung meminta peserta untuk berdiri dan menggerakkan badannya.
Baca juga: Coaching IGA Kota Palopo, OPD Terus Didorong Berinovasi
"Kenapa saya minta berdiri, saya perhatikan ada peserta yang tertidur. Saya minta jangan ada lagi tidur kalau lagi acara berlangsung. Kita ini adalah calon pemimpin, calon kepala sekolah itu harus semangat dan kuat dan mau bekerja dengan baik," ujar Sekda.
"Saya mohon jangan ada yang tertidur lagi di acara. Jangan karena kita berada di ruangan nyaman dan ber AC-kita tertidur," lanjutnya.
Baca juga: Selamatkan Aset Senilai Rp90 M, Plt Gubernur Sulsel Beri Apresiasi Judas Amir
Untuk diketahui, Pemkot Palopo melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar diklat calon kepala sekolah selama beberapa hari ke depan. Kegiatan ini dilaksanakan diRuang Ratona Kantor Wali Kota.
Diklat ini bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Selatan serta Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS).
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian SDM Aparatur, Abdul Rachman, selaku pelaksana menyampaikan bahwa, tujuan diklat calon kepala sekolah ini untuk mengembangkan pengetahuan, sikap kepala sekolah.
Baca juga: Enam Kali WTP, Wali Kota Palopo Dapat Penghargaan dari Kementerian Keuangan
"Memperkuat potensi kepala sekolah, penguatan pendidikan karakter dan pegembangan kepala sekolah, terciptanya kesamaan visi dan pola pikir pemerintahan," ujarnya.
Jumlah peserta sebanyak 40 orang, di mana para peserta yang dinyatakan lulus seleksi substansi cakep dari 60 orang yang ikut sebelumnya.
Baca juga:Peserta Tes PPPK Guru Berkontribusi Turunkan Level PPKM di Luwu Utara
Ketua Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Abdul Halim Muharram menyampaikan banyak hal saat berbicara di hadapan para peserta. Di antaranya peningkatan mutu dan kualitas diri para calon kepala sekolah.
Disampaikan Abdul Halim Muharram, kepala sekolah adalah sosok pilihan yang harus membawa perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga dituntut untuk cerdas dan taat.
"Kepala sekolah adalah pembawa pesan pemerintah, sebagai sarana edukasi dan motivator perubahan mulai tingkat bangku sekolah," ujarnya.
Olehnya itu, seorang kepala sekolah harus memiliki prilaku, kemampuan yang lebih dari seorang guru. Jika guru memiliki empat kompetensi maka kepala sekolah harus memiliki kompetensi yang lebih.
Baca juga:13 Proyek Embung di Kabupaten Luwu Ditarget Selesai Oktober
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, ada lima kompetensi kepala sekolah yang harus terus ditingkatkan.
"Lima kompetensi itu adalah kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Kelimanya saling terkait dalam manajemen berbasis sekolah dan memerlukan partisipasi masyarakat," sebutnya.
Firmansyah yang hadir membawakansambutan Wali Kota Palopo , HM Judas Amir langsung meminta peserta untuk berdiri dan menggerakkan badannya.
Baca juga: Coaching IGA Kota Palopo, OPD Terus Didorong Berinovasi
"Kenapa saya minta berdiri, saya perhatikan ada peserta yang tertidur. Saya minta jangan ada lagi tidur kalau lagi acara berlangsung. Kita ini adalah calon pemimpin, calon kepala sekolah itu harus semangat dan kuat dan mau bekerja dengan baik," ujar Sekda.
"Saya mohon jangan ada yang tertidur lagi di acara. Jangan karena kita berada di ruangan nyaman dan ber AC-kita tertidur," lanjutnya.
Baca juga: Selamatkan Aset Senilai Rp90 M, Plt Gubernur Sulsel Beri Apresiasi Judas Amir
Untuk diketahui, Pemkot Palopo melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar diklat calon kepala sekolah selama beberapa hari ke depan. Kegiatan ini dilaksanakan diRuang Ratona Kantor Wali Kota.
Diklat ini bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Selatan serta Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS).
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian SDM Aparatur, Abdul Rachman, selaku pelaksana menyampaikan bahwa, tujuan diklat calon kepala sekolah ini untuk mengembangkan pengetahuan, sikap kepala sekolah.
Baca juga: Enam Kali WTP, Wali Kota Palopo Dapat Penghargaan dari Kementerian Keuangan
"Memperkuat potensi kepala sekolah, penguatan pendidikan karakter dan pegembangan kepala sekolah, terciptanya kesamaan visi dan pola pikir pemerintahan," ujarnya.
Jumlah peserta sebanyak 40 orang, di mana para peserta yang dinyatakan lulus seleksi substansi cakep dari 60 orang yang ikut sebelumnya.
Baca juga:Peserta Tes PPPK Guru Berkontribusi Turunkan Level PPKM di Luwu Utara
Ketua Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Abdul Halim Muharram menyampaikan banyak hal saat berbicara di hadapan para peserta. Di antaranya peningkatan mutu dan kualitas diri para calon kepala sekolah.
Disampaikan Abdul Halim Muharram, kepala sekolah adalah sosok pilihan yang harus membawa perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga dituntut untuk cerdas dan taat.
"Kepala sekolah adalah pembawa pesan pemerintah, sebagai sarana edukasi dan motivator perubahan mulai tingkat bangku sekolah," ujarnya.
Olehnya itu, seorang kepala sekolah harus memiliki prilaku, kemampuan yang lebih dari seorang guru. Jika guru memiliki empat kompetensi maka kepala sekolah harus memiliki kompetensi yang lebih.
Baca juga:13 Proyek Embung di Kabupaten Luwu Ditarget Selesai Oktober
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, ada lima kompetensi kepala sekolah yang harus terus ditingkatkan.
"Lima kompetensi itu adalah kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Kelimanya saling terkait dalam manajemen berbasis sekolah dan memerlukan partisipasi masyarakat," sebutnya.
(luq)
Lihat Juga :