LBH Bulan Bintang Akan Beri Bantuan Hukum kepada Anggota Legislator DPRD Morowali
Sabtu, 25 September 2021 - 20:33 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian keesokan harinya pada 14 September, tepatnya sore hari, tiba-tiba datang lagi Pak Dolly menemui Aminudin dirumahnya.
“Saat itu Pak Dolly bicara pada saya dengan nada tinggi penuh emosi, yang intinya nggak baguslah kalimatnya saat dia bicara ke saya, seakan-akan dia curigai saya ada main sama Kadis, sehingga dia merasa dipimpong, mutar balik dia,” ungkapnya.
Tuduhan Dolly ke Amiduin itu membuat Aminudin tidak nyaman. “Kata-kata Pak Dolly itu membuat saya tidak nyaman, bahkan Pak Dolly bilang ke saya, kalau dia sudah 6 kali ketemu Kadis, tapi selalu ucapannya hanya begini terus, menunggu petunjuk bupati,” ucap AM menirukan apa yang dibilang Doly.
Maka saat itu, spontan Aminudin di depan Pak Dolly langsung menelefon Kadis dengan HP yang dispeaker. Baca: Pengungsi Korban Kekerasan KKB di Kiwirok Jalani Pemulihan Piskologis di Oksibil.
“Tujuan saya menelepon dan menyampaikan hal itu ke Pak Kadis, agar Pak Dolly tahu kalau saya tidak ada unsur untuk mempermainkan dia, ini semata-mata kekeliruan Kadis yang sudah mengarahkan Pak Dolly via telepon,” ujarnya.
Diakhir pembicaraan dengan Kadis via telepon itu, Aminudin menyampaikan kalimat yang dianggap tidak mengancam.
“Jadi klarifikasinya begini, kalimat saya itu diakhir pembicaraan dengan Pak Kadis via telepon, Pak Kadis, saya ini terancam, kalau saya dibunuh, saya cari Pak Kadis, kalau tidak ada di kantor, saya cari kita sampai di rumah,” jelasnya.
Kemudian sebelum Aminudin menutup kalimat terakhir, Kadis Syukri sambung bicara. “Pak Kadis bilang begini, saya di kantor, kalau mau bunuh saya, saya tunggu di kantor, setelah itu saya tutup telepon,” tegas Aminudin. Baca Juga: Terpeleset saat Foto Selfie, Pengunjung Dermaga Panton Bagan Asahan Hilang.
Aminudin merasa tidak ada kalimat atau kata-kata lewat telepon itu yang bernada mengancam Kadis. Yang ada adalah kalimat Aminudin terancam.
“Saat itu Pak Dolly bicara pada saya dengan nada tinggi penuh emosi, yang intinya nggak baguslah kalimatnya saat dia bicara ke saya, seakan-akan dia curigai saya ada main sama Kadis, sehingga dia merasa dipimpong, mutar balik dia,” ungkapnya.
Tuduhan Dolly ke Amiduin itu membuat Aminudin tidak nyaman. “Kata-kata Pak Dolly itu membuat saya tidak nyaman, bahkan Pak Dolly bilang ke saya, kalau dia sudah 6 kali ketemu Kadis, tapi selalu ucapannya hanya begini terus, menunggu petunjuk bupati,” ucap AM menirukan apa yang dibilang Doly.
Maka saat itu, spontan Aminudin di depan Pak Dolly langsung menelefon Kadis dengan HP yang dispeaker. Baca: Pengungsi Korban Kekerasan KKB di Kiwirok Jalani Pemulihan Piskologis di Oksibil.
“Tujuan saya menelepon dan menyampaikan hal itu ke Pak Kadis, agar Pak Dolly tahu kalau saya tidak ada unsur untuk mempermainkan dia, ini semata-mata kekeliruan Kadis yang sudah mengarahkan Pak Dolly via telepon,” ujarnya.
Diakhir pembicaraan dengan Kadis via telepon itu, Aminudin menyampaikan kalimat yang dianggap tidak mengancam.
“Jadi klarifikasinya begini, kalimat saya itu diakhir pembicaraan dengan Pak Kadis via telepon, Pak Kadis, saya ini terancam, kalau saya dibunuh, saya cari Pak Kadis, kalau tidak ada di kantor, saya cari kita sampai di rumah,” jelasnya.
Kemudian sebelum Aminudin menutup kalimat terakhir, Kadis Syukri sambung bicara. “Pak Kadis bilang begini, saya di kantor, kalau mau bunuh saya, saya tunggu di kantor, setelah itu saya tutup telepon,” tegas Aminudin. Baca Juga: Terpeleset saat Foto Selfie, Pengunjung Dermaga Panton Bagan Asahan Hilang.
Aminudin merasa tidak ada kalimat atau kata-kata lewat telepon itu yang bernada mengancam Kadis. Yang ada adalah kalimat Aminudin terancam.
(nag)
Lihat Juga :