LBH Bulan Bintang Akan Beri Bantuan Hukum kepada Anggota Legislator DPRD Morowali
Sabtu, 25 September 2021 - 20:33 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi hal itu, AM merasa dirugikan oleh statmen Syukri di media ini yang menyebutkan telah diancam akan dibunuh oleh Anggota DPRD Morowali inisial AM.
“AM itu adalah saya Aminudin, anggota DPRD Morowali dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang dituduh Pak Kadis dengan tuduhan tidak berdasar. Apalagi tuduhan itu soal ancaman pembunuhan,” kata Aminudin dalam siaran persnya, Sabtu (25/9/2021).
Pihaknya meluruskan awal pembicaraan dirinya dengan Kadis DPKPP Syukri. Pertama, kata Aminudin, adapun yang disampaikan Syukri dalam pemberitaan itu ada dua orang yang datang menghadap Kadis Syukri, kemudian melakukan pengancaman serta marah-marah dan membentak Syukri.
Aminudin menegaskan bahwa dua orang tersebut bukan suruhan dirinya. “Dua orang itu datang bertemu Kadis bukan suruhan saya untuk melakukan pengancaman atau marah-marah. Tapi diarahkan menghadap Kadis untuk bertanya langsung masalah pekerjaan jalan lingkungan yang sedang mereka urus,” jelasnya.
Ketua DPC PBB Morowali itu menambahkan, sebelum dua orang itu bertemu Kadis, pada 13 September 2021, sore hari, Kadis lewat via telepon kepada Aminudin menyampaikan agar memerintahkan anggotanya untuk datang ke kantornya.
“Pak Kadis Syukri menelpon saya meminta dua orang itu besok pagi jam 8 datang menemuinya di kantornya, saat itu Kadis bilang suruh anggotanya membawa dokumen perusahaan agar saya buatkan kontraknya,” tutur Aminudin.
Saat bicara bersama Kadis via telepon itu, handphone Aminudin dispeaker biar jelas terdengar penyampaian Kadis oleh dua orang yang datang dirumah Aminudin.
“Saya speaker HP saat saat bicara dengan Pak Kadis agar orang yang datangi saya itu, yakni bapak Sadli dan Dolly, dari Desa Bente bisa dengar langsung dan percaya,” bebernya.
“AM itu adalah saya Aminudin, anggota DPRD Morowali dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang dituduh Pak Kadis dengan tuduhan tidak berdasar. Apalagi tuduhan itu soal ancaman pembunuhan,” kata Aminudin dalam siaran persnya, Sabtu (25/9/2021).
Pihaknya meluruskan awal pembicaraan dirinya dengan Kadis DPKPP Syukri. Pertama, kata Aminudin, adapun yang disampaikan Syukri dalam pemberitaan itu ada dua orang yang datang menghadap Kadis Syukri, kemudian melakukan pengancaman serta marah-marah dan membentak Syukri.
Aminudin menegaskan bahwa dua orang tersebut bukan suruhan dirinya. “Dua orang itu datang bertemu Kadis bukan suruhan saya untuk melakukan pengancaman atau marah-marah. Tapi diarahkan menghadap Kadis untuk bertanya langsung masalah pekerjaan jalan lingkungan yang sedang mereka urus,” jelasnya.
Ketua DPC PBB Morowali itu menambahkan, sebelum dua orang itu bertemu Kadis, pada 13 September 2021, sore hari, Kadis lewat via telepon kepada Aminudin menyampaikan agar memerintahkan anggotanya untuk datang ke kantornya.
“Pak Kadis Syukri menelpon saya meminta dua orang itu besok pagi jam 8 datang menemuinya di kantornya, saat itu Kadis bilang suruh anggotanya membawa dokumen perusahaan agar saya buatkan kontraknya,” tutur Aminudin.
Saat bicara bersama Kadis via telepon itu, handphone Aminudin dispeaker biar jelas terdengar penyampaian Kadis oleh dua orang yang datang dirumah Aminudin.
“Saya speaker HP saat saat bicara dengan Pak Kadis agar orang yang datangi saya itu, yakni bapak Sadli dan Dolly, dari Desa Bente bisa dengar langsung dan percaya,” bebernya.
Lihat Juga :