Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur Zona Kuning, Gubernur Khofifah: Alhamdulillah!

loading...
Seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur Zona Kuning, Gubernur Khofifah: Alhamdulillah!
Seluruh wilayah Jatim yaitu 38 kabupaten dan kota berstatus zona kuning atau rendah penularan COVID-19.Foto/ist
SURABAYA - Berdasarkan data Satgas COVID-19 Nasional per 22 September 2021, sebanyak 38 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim) masuk zona kuning atau resiko rendah penyebarannya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi gerak cepat dan kerja keras dari seluruh pihak yang telah bersama sama kerja keras berjuang menghadapi pandemi COVID-19.

Baca juga: Hebat! Mebel Buatan Napi Lapas Porong Laku Keras Tembus Pasar Eropa

"Alhamdulillah, 38 kabupaten/kota atau 100 persen daerah di Jatim dinyatakan oleh Satgas COVID-19 Nasional masuk resiko rendah (zona kuning). Capaian ini naik dari sebelumnya per 15 September 2021, sebanyak 37 kabupaten/kota berada di zona kuning atau resiko rendah. Situasi seperti ini patut kita syukuri bersama,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (22/9/2021).



Khofifah menjelaskan, mengetahui posisi zonasi sebuah daerah menjadi sesuatu hal yang penting saat ini. Karena perkembangan zonasi peta risiko COVID-19 menjadi salah satu acuan dalam menentukan tindakan dan kebijakan.

Terlebih, adanya pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan berakhir, telah banyak membatasi dan mempengaruhi aktivitas masyarakat di hampir seluruh sektor. Utamanya, di tengah masih diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di Jatim.

Baca juga: Percepat Herd Immunity, Polrestabes Surabaya Gencar Gelar Vaksinasi

"Setiap kebijakan ataupun tindakan yang akan diambil memang harus disesuaikan dengan level serta zonasi peta resiko sebuah daerah, selain posisi levelnya," jelas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Diketahui, peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan seperti epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat serta pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah, selain zonasi 100 persen berada pada zona kuning, jumlah kabupaten/kota yang berada pada level 1 menjadi 21 kabupaten/kota," terangnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top