Pemkab Sleman Siapkan Skenario PTM Terbatas Masa Transisi
Rabu, 22 September 2021 - 04:32 WIB
loading...
Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana. Foto Kora Sindo-MNC Portal/Priyo Setyawan
A
A
A
SLEMAN - Pemkab Sleman berencana akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas masa transisi pada Oktober 2021. Untuk kepentingan ini, Pemkab telah menyiapkan skenario, terutama standar operasional prosedur (SOP). PTM terbtas masa transisi akan berlangsung selama dua bulan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana mengatakan, skernario PTM terbatas masa transisi, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan SKB empat menteri, seperti tempat cuci tangan, alat pengukur tubuh serta alur kedatangan, di dalam kelas dan saat pulang sekolah, termasuk surat persetujuan dari orang tua.
“Saat awal PTM terbatas masa transisi, siswa tidak akan langsung diberikan pembelajaran hanya proses pendampingan terlebih dahulu,” katanya, Selasa (21/9/2021. Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Forum Guru Nilai Vaksinasi Pelajar Belum Merata
Ery menjelaska sesuai SKB empat menteri untuk kehadiran siswa hanya 50 persen dari kapasitas kelas. Waktu belajar 3 jam untuk SMP dan dua jam untuk SD dan dalam sepekan masuk dua kali. Untuk pembagian waktunnya dserakan kepada sekolah masing-masing.
Selain itu, sekolah juga harus menaati beberapa aturan. Di antaranya kantin sekolah tidak diperkenan buka, sekolah menyiapkan jalur masuk dan pulang bagi siswa.
Guru dan tenaga kependiidikan diminta datang terlebih dahulu dari pada siswa. Sehingga dapat memfasilitasi dan mengatur siswa. “Kesiapan ini sudah disampaikan ke sekolah dan melaporkan ke bupati Sleman,” paparnya.
Untuk perkembangan vaksinasi sendiri guru PAUD formal sudah mencapai 94 persen, PAUD Non Formal 92 persen., Guru SD 93 persen dan Guru SMP 94 persen. Untuk Tendik PAUD Formal 83 persen, PAUD Non Formal, 88 persen , Tendik SD, 89 persen dan SMP, 91 persen.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana mengatakan, skernario PTM terbatas masa transisi, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan SKB empat menteri, seperti tempat cuci tangan, alat pengukur tubuh serta alur kedatangan, di dalam kelas dan saat pulang sekolah, termasuk surat persetujuan dari orang tua.
“Saat awal PTM terbatas masa transisi, siswa tidak akan langsung diberikan pembelajaran hanya proses pendampingan terlebih dahulu,” katanya, Selasa (21/9/2021. Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Forum Guru Nilai Vaksinasi Pelajar Belum Merata
Ery menjelaska sesuai SKB empat menteri untuk kehadiran siswa hanya 50 persen dari kapasitas kelas. Waktu belajar 3 jam untuk SMP dan dua jam untuk SD dan dalam sepekan masuk dua kali. Untuk pembagian waktunnya dserakan kepada sekolah masing-masing.
Selain itu, sekolah juga harus menaati beberapa aturan. Di antaranya kantin sekolah tidak diperkenan buka, sekolah menyiapkan jalur masuk dan pulang bagi siswa.
Guru dan tenaga kependiidikan diminta datang terlebih dahulu dari pada siswa. Sehingga dapat memfasilitasi dan mengatur siswa. “Kesiapan ini sudah disampaikan ke sekolah dan melaporkan ke bupati Sleman,” paparnya.
Untuk perkembangan vaksinasi sendiri guru PAUD formal sudah mencapai 94 persen, PAUD Non Formal 92 persen., Guru SD 93 persen dan Guru SMP 94 persen. Untuk Tendik PAUD Formal 83 persen, PAUD Non Formal, 88 persen , Tendik SD, 89 persen dan SMP, 91 persen.
Lihat Juga :