Mendaki Gunung Lawu Bersama Istrinya, Pria Madiun Ditemukan Meninggal Dunia
Selasa, 21 September 2021 - 06:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Mistis Bung Tomo Hadapi Agresi Militer Belanda, Bertemu Wanita-wanita Cantik di Lereng Wilis
Relawan AGL, Budi Santoso yang turut mengevakuasi korban mengatakan, butuh waktu enam jam untuk mengevakuasi korban dari lereng Gunung Lawu. Relawan dan petugas harus bergantian menggotong korban, menuruni jalur pendakian yang terjal.
"Petugas di Pos Jaga Cemoro Kandang, menerima informasi dari rekan-rekan korban sekitar pukul 12.00 WIB. Tim reaksi cepat dikirimkan untuk memeriksa korban. Namun kondisi korban terus melemah dan nyawanya tak tertolong lagi. Diduga korban mendaki Gunung Lawu dalam kondisi tidak prima," ujar Budi Santoso.
Baca juga: Makassar Mencekam, Tawuran Antar Warga 2 Kecamatan Pecah di Jalanan
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskemas Tawangmangu, untuk dilakukan visum. Petugas juga mengimbau kepada para pendaki Gunung Lawu, untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum melakukan pendakian. Mengingat, suhu udara ekstrem sering terjadi di Gunung Lawu.
Relawan AGL, Budi Santoso yang turut mengevakuasi korban mengatakan, butuh waktu enam jam untuk mengevakuasi korban dari lereng Gunung Lawu. Relawan dan petugas harus bergantian menggotong korban, menuruni jalur pendakian yang terjal.
"Petugas di Pos Jaga Cemoro Kandang, menerima informasi dari rekan-rekan korban sekitar pukul 12.00 WIB. Tim reaksi cepat dikirimkan untuk memeriksa korban. Namun kondisi korban terus melemah dan nyawanya tak tertolong lagi. Diduga korban mendaki Gunung Lawu dalam kondisi tidak prima," ujar Budi Santoso.
Baca juga: Makassar Mencekam, Tawuran Antar Warga 2 Kecamatan Pecah di Jalanan
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskemas Tawangmangu, untuk dilakukan visum. Petugas juga mengimbau kepada para pendaki Gunung Lawu, untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum melakukan pendakian. Mengingat, suhu udara ekstrem sering terjadi di Gunung Lawu.
(eyt)
Lihat Juga :