alexametrics

Tutup Bulan Mei, Kematian Akibat COVID-19 di Jatim Tertinggi

loading...
Tutup Bulan Mei, Kematian Akibat COVID-19 di Jatim Tertinggi
Angka kematian akibat COVID-19 di Jatim, pada Minggu (31/5/2020) paling tinggi. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
JAKARTA - Menutup bulan Mei, angka kasus COVID-19 di Jawa Timur, menjadi yang tertinggi secara nasional. Baik itu penambahan angka positif, maupun angka kematiannya.

(Baca juga: Hari Pertama Masa Transisi, Ada 3 Positif COVID-19 di Kota Malang)

Pada Minggu (31/5/2020), berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan penanganan COVID-19, diseluruh Indonesia, ada sebanyak 700 kasus baru positif COVID-19. Dari angka tersebut, Jawa Timur, menyumbangkan sebanyak 244 kasus baru, dan menjadi yang terbanyak secara nasional.

Penambahan 244 kasus baru tersebut, membuat total jumlah positif COVID-19 di Jawa Timur, mencapai sebanyak 4.857 orang. Sementara secara nasional, adanya penambahan 700 kasus baru ini, total kasus positif COVID-19 di Indonesia, mencapai sebanyak 26.473 orang.



Pasien sembuh menjadi 7.308 setelah ada penambahan sebanyak 293 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 40 orang sehingga totalnya menjadi 1.613. Pada kasus meninggal, di hari Minggu (31/5/2020) Jawa Timur, juga menjadi yang tertinggi, yakni sebanyak 24 kasus.

Tambahan 24 kasus kematian di akhir bulan Mei tersebut, membuat angka kematian akibat COVID-19 di Jawa Timur, menjadi sebanyak 397 kasus, mendekati DKI Jakarta, yang totalnya mencapai sebanyak 517 kasus kematian.



"Konfirmasi positif COVID-19 naik 700 orang, sehingga menjadi 26.473 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (31/5/2020).

(Baca juga: Yonzipur 10 Divif 2 Kostrad Punya M3 Amphibious Pontoon, Apa Itu?)

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 323.376 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 91 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 57 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 177 lab. Secara keseluruhan, 223.624 orang telah diperiksa dan hasilnya 26.473 positif (kulumatif) dan 197.151 negatif (kumulatif).

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 49.936 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 12.913 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 416 kabupaten/kota di Tanah Air.

Sementara itu, data provinsi lima besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 7.348 orang, Jawa Timur 4.857, Jawa Barat 2.260, Sulawesi Selatan 1.541, Jawa Tengah 1.403 dan wilayah lain sehingga totalnya 26.473.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.082 disusul Jawa Barat ada 619, Jawa Timur sebanyak 609, Sulawesi Selatan 596, Jawa Tengah 361, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 7.308 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 465 kasus, Banten 861 kasus, Bangka Belitung 46 kasus, Bengkulu 91 kasus, Yogyakarta 236 kasus.

(Baca juga: Akhiri PSBB Malang Raya, Tidak Ada Penambahan Positif COVID-19)

Sementara di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 189 kasus, Kalimantan Timur 295 kasus, Kalimantan Tengah 410 kasus, Kalimantan Selatan 919 kasus, dan Kalimantan Utara 165 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 197 kasus, Nusa Tenggara Barat 636 kasus, Sumatera Selatan 982 kasus, Sumatera Barat 567 kasus, Sulawesi Utara 339 kasus, Sumatera Utara 409 kasus, dan Sulawesi Tenggara 244 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 128 kasus, Lampung 133 kasus, Riau 117 kasus, Maluku Utara 153 kasus, Maluku 223 kasus, Papua Barat 168 kasus, Papua 675 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Nusa Tenggara Timur 92 kasus, Gorontalo 94 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak