Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Tangis Pecah di Papua, Suster Gabreilla Meilani Dibunuh KKB Secara Brutal

loading...
Tangis Pecah di Papua, Suster Gabreilla Meilani Dibunuh KKB Secara Brutal
Penemuan jenazah Gabriella Meilani. Foto/Ist.
JAYAPURA - Aksi biadab dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan menyerang dan membakar Puskesmas Kiwirok. Suster Gabreilla Meilani, seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Kiwirok, gugur dalam serangan brutal tersebut.

Baca juga: 4 Perawat dan 1 Dokter yang Hilang usai Pembakaran KKB di Kiwirok Papua Ditemukan Terluka

Serangan brutal ini juga membuat empat nakes luka-luka dan seorang nakes belum ditemukan. Aksi keji dan brutal kelompok yang dicap teroris ini ramai menuai kecaman publik.





Para nakes yang menjalankan misi kemanusiaan, untuk melayani kesehatan masyarakat pelosok Papua, justru menjadi sasaran penyerangan. Kecaman dan pesan pilu disampaiakan mantan Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang, sekaligus Inisiator Satgas Perubahan Kabupaten Pegunungan Bintang, Yeremias Tapyor.

Baca juga: Culik dan Perkosa Janda Seksi di Gubuk Tengah Sawah, Mantan Suami Diringkus Polisi

Yeremias Tapyor begitu terpukul atas meninggalnya suster Gebriella Meilani, dan kondisi para nakes yang menjadi serangan brutal tersebut. Pasalnya Yeremias Tapyor merupakan orang yang merekrut mereka sebagai tenaga medis, dan melayani di Distrik Kiwirok.

"Tidak disangka, peristiwa itu terjadi disaat engkau yang berjuang menyelamatkan orang Papua di Pegunungan Bintang dari kepunahan, justru menjadi korban di tempat tugas. Saya sebagai mantan pimpinan sekaligus menjadi orang tua engkau dan kawan-kawanmu di Pegunungan Bintang, saat ini merasa hati ini hancur tercabik-cabik melihat berita duka yang sedang tersebar di media ini," ucap Yeremias dibarengi motion tangis.

"Saya membekali kalian dengan pelayanan kasih bukan dengan senjata yang mematikan. Sungguh memiluhkan hati. Saya berani menempatkan kalian melayani di pelosok negeriku, karena saya merasa masyarakat di negeriku cinta damai," sambungnya pilu.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top