Masuk dari Zona Merah, 20 Pekerja Asal Sumut Diusir Warga di Aceh Barat
Minggu, 31 Mei 2020 - 20:03 WIB
loading...
Petugas dari Tugas Gugus Covid-19 Aceh Barat meminta 20 pekerja dari Sumut untuk kembali ke daerah asal. (Foto: iNews/Afsah)
A
A
A
ACEH BARAT - Sebanyak 20 pekerja asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) diusir paksa oleh warga saat baru tiba di Meulaboh, Aceh Barat.
Pengusiran yang terjadi pada Minggu (31/5/2020) dini hari ini dilakukan dengan dalih warga takut tertular Covid-19, lantaran pekerja berasal dari zona merah.
Para pekerja ini sempat tinggal satu hari di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlwan, Aceh Barat. Mereka juga diketahui tidak melapor kepada perangkat desa sehingga membuat warga sekitar resah. (BACA JUGA: Ini 15 Daerah di Sumut Masuk Zona Hijau Dapat Laksanakan Kegiatan Warga Produktif)
Ke 20 pekerja ini sempat memohon untuk bisa tinggal dan bekerja untuk beberapa hari ke depan, namun warga tak memperbolehkan. Mereka diminta untuk segera keluar dari Kabupaten Aceh Barat saat itu juga.
“Warga sekitar sudah resah dengan keberadaan para pekerja ini karena mereka dari zona merah Covid-19. Selain itu, kedatangan mereka juga tidak dilaporkan kepada pihak desa,” kata Kepala Desa Lapang, Mas Adi.
Pengusiran yang terjadi pada Minggu (31/5/2020) dini hari ini dilakukan dengan dalih warga takut tertular Covid-19, lantaran pekerja berasal dari zona merah.
Para pekerja ini sempat tinggal satu hari di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlwan, Aceh Barat. Mereka juga diketahui tidak melapor kepada perangkat desa sehingga membuat warga sekitar resah. (BACA JUGA: Ini 15 Daerah di Sumut Masuk Zona Hijau Dapat Laksanakan Kegiatan Warga Produktif)
Ke 20 pekerja ini sempat memohon untuk bisa tinggal dan bekerja untuk beberapa hari ke depan, namun warga tak memperbolehkan. Mereka diminta untuk segera keluar dari Kabupaten Aceh Barat saat itu juga.
“Warga sekitar sudah resah dengan keberadaan para pekerja ini karena mereka dari zona merah Covid-19. Selain itu, kedatangan mereka juga tidak dilaporkan kepada pihak desa,” kata Kepala Desa Lapang, Mas Adi.
Lihat Juga :