Bupati Sunur Apresiasi Para Kades Jadikan Lembata Pertama Salurkan BLT di NTT
Minggu, 31 Mei 2020 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Sunur menambahkan, kepala desa agar dari sekarang menyisihkan dana belanja tak terduga sebesar Rp900 ribu/ kk sesuai jumlah penerima BLT saat ini di desanya masing-masing. Para kepala desa juga tidak perlu melakukan musyawarah lagi, tetapi langsung direalisasikan jika sudah ada arahan resmi dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Sunur meminta agar para kepala desa dapat memantau masyarakat penerima BLT, agar dapat menggunakannya dengan semestinya. Bukan untuk keperluan lainnya yang tidak bermanfaat. "Uang yang dikasih agar digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bukan untuk disimpan. Bantu masyarakat lain, dengan membeli dagangannya, sehingga roda ekonomi di desa dapat berjalan normal," pintanya.
Menurut Sunur, warga di Lembata sini masih dalam kondisi sehat dan masih terbebas dari virus Covid-19. Ini semua karena kita yang menaati protokol kesehatan. "Kita rencanakan akan melakukan rapid test di semua pedagang yang ada di pasar, sehingga kita benar-benar bebas dari Covid-19," tegas Sunur.
"Sampai saat ini NTT belum ada perubahan eskalasinya. Kita berdoa semoga lima orang kita yang diperiksa SWAB di Kupang itu hasil negatif," harap Sunur.
Melalui telekonference Gubernur NTT Bapak Victor Laiskodat meminta agar semua jalan Kabupaten dan Provinsi dibuka kembali, sehingga tidak menghambat aktivitas masyarakat baik di bidang kesehatan maupun ekonomi.
Sunur meminta agar para kepala desa dapat memantau masyarakat penerima BLT, agar dapat menggunakannya dengan semestinya. Bukan untuk keperluan lainnya yang tidak bermanfaat. "Uang yang dikasih agar digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bukan untuk disimpan. Bantu masyarakat lain, dengan membeli dagangannya, sehingga roda ekonomi di desa dapat berjalan normal," pintanya.
Menurut Sunur, warga di Lembata sini masih dalam kondisi sehat dan masih terbebas dari virus Covid-19. Ini semua karena kita yang menaati protokol kesehatan. "Kita rencanakan akan melakukan rapid test di semua pedagang yang ada di pasar, sehingga kita benar-benar bebas dari Covid-19," tegas Sunur.
"Sampai saat ini NTT belum ada perubahan eskalasinya. Kita berdoa semoga lima orang kita yang diperiksa SWAB di Kupang itu hasil negatif," harap Sunur.
Melalui telekonference Gubernur NTT Bapak Victor Laiskodat meminta agar semua jalan Kabupaten dan Provinsi dibuka kembali, sehingga tidak menghambat aktivitas masyarakat baik di bidang kesehatan maupun ekonomi.
Lihat Juga :