The Heritage Palace, Objek Wisata yang Siap Dikunjungi saat New Normal
Minggu, 31 Mei 2020 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum direnovasi dan dikelola menjadi tempat wisata yang menawan, bekas PG Gembongan diakui telah mangkrak puluhan tahun. Setelah diajak melihat bekas PG Gembongan, pihaknya langsung memiliki naluri bahwa tempat ini sangat bagus. Seingatnya, dirinya melakukan survei 19 Desember 2017. “Saya langsung jatuh hati dan menemui pemilik untuk kami sewa. Sehingga status kami di sini sewa selama 24 tahun,” bebernya. Januari 2018, grand desain dibuat dan dikerjakan. 9 Juni 2018 soft opening The Heritage Palace.
Ternyata, animo masyarakat sangat luar biasa dan tahun 2019 mendapat penghargaan dari Pemprov Jawa Tengah sebagai salah satu tempat wisata dengan daya tarik wisata paling bagus nomor 4. Bangunan berbentuk letter L dan setiap gedung ada akses, dan gedung tengah terdapat pangkal cerobongnya. Menurut cerita, cerobong itu dulunya untuk produksi gula, serta mengeringkan tembakau. Setelah disewa, pihaknya meminta izin kepada pemilik untuk mendaftarkannya ke Dinas Cagar Budaya. “Saya melihat gedung ini bersejarah, maka kami memberanikan diri untuk mendaftarkan ke Dinas Cagar Budaya di Prambanan,” ungkapnya.
Tim dari cagar budaya telah diterjunkan selama 2 minggu untuk menganalisis struktur bangunan, dan lainnya. Tak lama berselang, ditetapkan bahwa bekas PG Gembongan sebagai gedung cagar budaya nasional pada awal tahun 2018.
Selain bangunan, hampir tidak ada peninggalan yang tersisa karena telah lama mangkrak. Bahkan atap pun hampir sudah tidak bisa melindungi bagian dalamnya. Serta lantai pun sudah hancur karena air. Sehingga saat renovasi, diakui membutuhkan dana yang besar. Namun ia enggan membeberkan biaya yang harus dikeluarkan. Gedung disewa selama 24 tahun.
Untuk mempercantik bangunan, atap hampir semuanya diganti, lantai dicor ulang dan dikeramik, dibuat lahan parkir hingga mempercantik halaman dalamnya dengan dibuat taman taman. Setelah berubah menjadi tempat wisata, kemudian diberi nama The Heritage Palace. Sesuai dengan tempatnya, pengelola ingin menjadi bekas PG Gembongan sebagai warisan, tempat dimana masyarakat bisa melihat warisan budaya Bangsa Indonesia yang sangat indah. Belakangan ini, masyarakat sangat gemar dengan media sosial. Sehingga pihaknya memiliki pemikiran untuk mengemas tempat ini sebagai tempat wisata modern tetapi tidak meninggalkan jadulnya.
Sehingga dikombinasikan gambar gambar tiga dimensi, mobil antik, dan halaman luar gedung diberi parkir mobil antik agar kesan Eropanya dapat. Diberi bendera bendera luar negeri agar ada nuansa benua biru. The Heritage Palace khusus untuk tempat wisata selfie. Sehingga akan menjadi surga bagi orang yang hobi foto. Sementara di bagian luar, orang disuguhkan taman dan gedung tuanya. Untuk melengkapi pemotretan, pihaknya juga menyewakan kostum ala Belanda. Sedangkan di bagian dalam, terdapat museum transportasi, museum tiga dimensi dan omah kuwalik (rumah terbalik). Sehingga menjadi tempat seru seruan, dan lokasi wisata bagi keluarga.
Ternyata, animo masyarakat sangat luar biasa dan tahun 2019 mendapat penghargaan dari Pemprov Jawa Tengah sebagai salah satu tempat wisata dengan daya tarik wisata paling bagus nomor 4. Bangunan berbentuk letter L dan setiap gedung ada akses, dan gedung tengah terdapat pangkal cerobongnya. Menurut cerita, cerobong itu dulunya untuk produksi gula, serta mengeringkan tembakau. Setelah disewa, pihaknya meminta izin kepada pemilik untuk mendaftarkannya ke Dinas Cagar Budaya. “Saya melihat gedung ini bersejarah, maka kami memberanikan diri untuk mendaftarkan ke Dinas Cagar Budaya di Prambanan,” ungkapnya.
Tim dari cagar budaya telah diterjunkan selama 2 minggu untuk menganalisis struktur bangunan, dan lainnya. Tak lama berselang, ditetapkan bahwa bekas PG Gembongan sebagai gedung cagar budaya nasional pada awal tahun 2018.
Selain bangunan, hampir tidak ada peninggalan yang tersisa karena telah lama mangkrak. Bahkan atap pun hampir sudah tidak bisa melindungi bagian dalamnya. Serta lantai pun sudah hancur karena air. Sehingga saat renovasi, diakui membutuhkan dana yang besar. Namun ia enggan membeberkan biaya yang harus dikeluarkan. Gedung disewa selama 24 tahun.
Untuk mempercantik bangunan, atap hampir semuanya diganti, lantai dicor ulang dan dikeramik, dibuat lahan parkir hingga mempercantik halaman dalamnya dengan dibuat taman taman. Setelah berubah menjadi tempat wisata, kemudian diberi nama The Heritage Palace. Sesuai dengan tempatnya, pengelola ingin menjadi bekas PG Gembongan sebagai warisan, tempat dimana masyarakat bisa melihat warisan budaya Bangsa Indonesia yang sangat indah. Belakangan ini, masyarakat sangat gemar dengan media sosial. Sehingga pihaknya memiliki pemikiran untuk mengemas tempat ini sebagai tempat wisata modern tetapi tidak meninggalkan jadulnya.
Sehingga dikombinasikan gambar gambar tiga dimensi, mobil antik, dan halaman luar gedung diberi parkir mobil antik agar kesan Eropanya dapat. Diberi bendera bendera luar negeri agar ada nuansa benua biru. The Heritage Palace khusus untuk tempat wisata selfie. Sehingga akan menjadi surga bagi orang yang hobi foto. Sementara di bagian luar, orang disuguhkan taman dan gedung tuanya. Untuk melengkapi pemotretan, pihaknya juga menyewakan kostum ala Belanda. Sedangkan di bagian dalam, terdapat museum transportasi, museum tiga dimensi dan omah kuwalik (rumah terbalik). Sehingga menjadi tempat seru seruan, dan lokasi wisata bagi keluarga.
Lihat Juga :