The Heritage Palace, Objek Wisata yang Siap Dikunjungi saat New Normal
Minggu, 31 Mei 2020 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
Secara model, dan bangunan, bekas PG Gembongan tidak ada di tempat lain. Sehingga sangat luar biasa karena tema gedung adalah bangunannya tinggi, banyak pilar dan jendela memajang vertikal. Kondisi bangunan masih asli, kecuali kaca telah pecah akibat gempa besar Yogyakarta. Kaca diganti dengan yang sama persis dan ternyata masih ada. Semula ada kesan horor ketika pertama kali melihat bekas PG Gembongan. “Namun kesan horornya itu cantik. Sehingga kami menghilangkan kesan horor itu,” tandasnya. (Baca juga : Sepi Pembeli, Pedagang Siap Rugi Obral Selongsong Ketupat)
Pengelola juga menolak ketika ada yang ingin mengangkat kesan horor PG Gembongan agar bisa welcome kepada semua orang dan tidak menakutkan. “Ketika renovasi dan sempat tidur di tempat ini juga nggak ada apa apa. Sampai saat ini juga tidak pernah terjadi hal hal di luar logika,” urainya. Ketika mulai dibuka hingga sekarang, animo pengunjung terus menunjukkan grafik yang meningkat drastis. Sehingga kemudian mendapatkan penghargaan Abiwara peringkat ke empat untuk daya tarik wisata dari Pemprov Jawa Tengah.
![The Heritage Palace, Objek Wisata yang Siap Dikunjungi saat New Normal]()
Mobil mobil kuno yang ada, berasal dari kolektor yang memiliki ratusan koleksi, dan bersedia diajak kerjasama. Kolektor mobil antik itu sangat senang ketika mobil antik ditempatkan di bangunan yang antik. Menjadi sebuah perpaduan yang luar biasa. Sekaligus yang membedakan dengan tempat wisata di Malang, Jawa Timur. “Karena konsepnya untuk selfie, jadi properti yang ada justru untuk selfie. Pengujung bebas bergaya di dalam mobil hingga naik di atasnya nggak masalah,” tuturnya.
Sebab properti yang disiapkan untuk fasilitas selfie. Sehingga ketika terjadi kerusakan telah menjadi resiko. Meski demikian, mobil mobil antik yang bisa dinaiki, beberapa bagiannya diganti agar tidak mudah rusak. Pihaknya tidak bisa lepas dari konsep yang diusung sebagai tempat wisata selfie. “Kalau selfi cuma di sebelahnya, ya sama aja. Biarkan gambar yang bercerita ketika orang lain melihat hasil foto di tempat ini,” urainya. Ketika berfoto dengan background yang ada, maka hasilnya seolah olah berada di Eropa. Gambar tiga dimensi memang sengaja dibuat agar memunculkan keseruan.
Pengelola juga menolak ketika ada yang ingin mengangkat kesan horor PG Gembongan agar bisa welcome kepada semua orang dan tidak menakutkan. “Ketika renovasi dan sempat tidur di tempat ini juga nggak ada apa apa. Sampai saat ini juga tidak pernah terjadi hal hal di luar logika,” urainya. Ketika mulai dibuka hingga sekarang, animo pengunjung terus menunjukkan grafik yang meningkat drastis. Sehingga kemudian mendapatkan penghargaan Abiwara peringkat ke empat untuk daya tarik wisata dari Pemprov Jawa Tengah.

Mobil mobil kuno yang ada, berasal dari kolektor yang memiliki ratusan koleksi, dan bersedia diajak kerjasama. Kolektor mobil antik itu sangat senang ketika mobil antik ditempatkan di bangunan yang antik. Menjadi sebuah perpaduan yang luar biasa. Sekaligus yang membedakan dengan tempat wisata di Malang, Jawa Timur. “Karena konsepnya untuk selfie, jadi properti yang ada justru untuk selfie. Pengujung bebas bergaya di dalam mobil hingga naik di atasnya nggak masalah,” tuturnya.
Sebab properti yang disiapkan untuk fasilitas selfie. Sehingga ketika terjadi kerusakan telah menjadi resiko. Meski demikian, mobil mobil antik yang bisa dinaiki, beberapa bagiannya diganti agar tidak mudah rusak. Pihaknya tidak bisa lepas dari konsep yang diusung sebagai tempat wisata selfie. “Kalau selfi cuma di sebelahnya, ya sama aja. Biarkan gambar yang bercerita ketika orang lain melihat hasil foto di tempat ini,” urainya. Ketika berfoto dengan background yang ada, maka hasilnya seolah olah berada di Eropa. Gambar tiga dimensi memang sengaja dibuat agar memunculkan keseruan.
(nun)
Lihat Juga :