Viral, Tenaga Kesehatan Berpakaian Hazmat Ganti Ban Ambulans Bocor

Minggu, 31 Mei 2020 - 11:33 WIB
loading...
Viral, Tenaga Kesehatan...
Salah satu tenaga medis di Kotawaringin Barat harus ikut mengganti ban ambulans bocor saat mengantar pasien COVID-19. FOTO/iNews TV/Sigit Dzakwan
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng mengganti mobil ban ambulans bocor di pinggir jalan. Ambulans itu sedang membawa pasien positif COVID-19.

Kejadian ini pun langsung viral di media sosial. Saat dikonfirmasi kepada tenaga kesehatan yang berada dalam video itu mengatakan peritiwa itu terjadi pada Sabtu (30/5/2020) sekira pukul 19.30 WIB di Jalan Ahmad Yani, SP 5, Kecamatan Pangkalan Lada.

“Itu video tadi malam. Kami dari Puskesmas Pangkalan Lada mau ke RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk merujuk pasien positif COVID-19. Ban mobil ambulans yang kami tumpangi bocor di SP 5 Lada,” ungkap seorang perawat, Des yang merekam video itu, Minggu (31/5/2020). (Baca juga: Deteksi Corona, TNI AD Gunakan Helmet Canggih)

Dia menjelaskan, yang dirujuk ada tiga orang dan beda rumah. Dua orang pasien dari Lada Mandala Jaya dan satu orang dari Desa Pangkalan Tiga Kecamatan Pangkalan Lada. “Awalnya kita mencoba benerin sendiri. Kita pinjam dongkrak milik warga sekitar. Karena kita menggunakan Hazmat, jadi susah ruang gerak. Akhirnya kami minta bantuan pegguna jalan sekitar, alhamdulillah ada yang berhenti dan membantu mengantikan ban,” ceritanya.

Sebelumnya, ratusan tenaga kesehatan di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat yang menangani pasien terkait COVID-19 belum menerima insentif. Sesuai yang dijanjikan pemerintah pusat, insentif semestinya sudah cair sejak April.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar sebelumnya mendata sebanyak 248 tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat, bidan, paramedis hingga tenaga penunjang lain sudah berjuang menangani kasus COVID-19 sejak April 2020. Mereka bertugas di 18 puskesmas dan satu rumah sakit.

Tenaga kesehatan tersebut termasuk yang menangani pasien positif COVID-19, Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Kepala Dinkes Kobar Achmad Rois mengatakan, insentif belum cair karena ada revisi pada petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada bulan Mei. Akibatnya, Dinkes Kobar harus melakukan validasi ulang dengan menggunakan juknis yang baru.

"Hal ini otomatis membuat pengusulan tenaga kesehatan yang berhak menerima insentif sejak April hingga saat ini menjadi molor," kata Achmad Rois, Kamis (28/5/2020).

Dia menjelaskan, dengan perubahan juknis dari Kemenkes pada pertengahan bulan Mei lalu, usulan insentif untuk bulan April 2020 yang seharusnya sudah bisa diproses harus diubah kembali. Perubahan itu termasuk dari jumlah tenaga kesehatan yang menerima insentif dan total insentif yang diusulkan.

Berdasarkan juknis lama, ada 248 tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat, bidan, paramedis hingga tenaga penunjang lain, yang bertugas di puskesmas, berhak menerima insentif. Besar insentif yang diajukan untuk mereka sekitar Rp1,8 miliar khusus untuk bulan April 2020 saja. Masing-masing menerima maksimal sebesar Rp5 juta.

Sementara untuk tenaga kesehatan yang berugas di rumah sakit belum sempat diusulkan menyusul turunnya juknis baru dari Kemenkes. Dalam hal ini, Dinkes juga harus merombak kembali usulan pengajuan insentif dan jumlahnya.

Atas dasar juknis yang baru, jumlah penerima menjadi lebih sedikit, yakni 118 tenaga kesehatan di puskesmas mulai dari dokter hingga perawat. Besar insentif tetap maksimal Rp5 juta per orang. Sementara total insentif yang diajukan untuk bulan April sebesar Rp590 juta.

"Sedangkan untuk tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD dengan total 131 orang diajukan sebesar Rp585 juta lebih," kata Achmad Rois.

Para tenaga kesehatan diharapkan bersabar menunggu pencairan insentif atas kerja keras mereka menangani pasien terkait kasus COVID-19. Saat ini, Dinas Kesehatan sudah mengajukan usulan penerima insentif tersebut dan menunggu pencairan dari pemerintah pusat.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadi Dokter Gadungan,...
Jadi Dokter Gadungan, Eks Finalis Putri Indonesia Riau Ditetapkan sebagai Tersangka
Senator Filep Terima...
Senator Filep Terima 235 Nakes Honorer Manokwari yang Dirumahkan
Pesbevi: Perujukan Penyakit...
Pesbevi: Perujukan Penyakit Vaskular dan Endovaskular Harus Tepat Sasaran
Kisah Relawan Medis...
Kisah Relawan Medis di RS Kapal PIS doctorSHARE: Tinggalkan Keluarga demi Misi Kemanusiaan
6 Guru dan Tenaga Medis...
6 Guru dan Tenaga Medis Korban Kekerasan KKB di Yahukimo Masih Dirawat Intensif
Jalan Sehat Bersama,...
Jalan Sehat Bersama, Agustiar-Edy Disambut Antusias Ribuan Masyarakat Kobar
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Kemenkes Keluarkan Surat...
Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak untuk Tenaga Medis dan Kesehatan, Ini Isinya
Percepat Adaptasi Tenaga...
Percepat Adaptasi Tenaga Medis terhadap Inovasi Kedokteran melalui Simposium Nasional
Rekomendasi
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Infografis
Perjalanan Karier Mpok...
Perjalanan Karier Mpok Alpa, dari Video Viral hingga Jadi Presenter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved