Tinjau PTM, Bupati Luwu Minta Pihak Sekolah Konsisten Terapkan Prokes
Selasa, 07 September 2021 - 19:38 WIB
loading...
Bupati Luwu, Basmin Mattayang meninjau PTM salah satu sekolah di wilayah utara Kabupaten Luwu, Selasa (7/9). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Bupati Luwu, Basmin Mattayang dan Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dany Susanto, kembali mengunjungi dan meninjau sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Luwu, Selasa (7/9) siang.
Kali ini, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditinjau Basmin fokus di wilayah Walmas atau utara Kabupaten Luwu.
Baca juga:Bupati Luwu Pantau Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Sejumlah Sekolah
Adapun sekolah yang dikunjungi yakni, SDN 313 Kali'ba di Kecamatan Walenrang, SDN 235 Bolang dan SMP Negeri 3 Lamasi di Kecamatan Walenrang Utara, SDN 104 Wiwitan dan SMP Negeri 1 Lamasi di Kecamatan Lamasi.
Dalam kunjungan ini, Bupati Luwu dan Kapolres Luwu yang juga Ketua Umum dan Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Luwu, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Hasbullah, Kepala Dinas Kesehatan, dr Rosnawary Basir, Sekretaris BPBD, Aminuddin Alwi yang juga juru bicara Stagas Covid-19 Kabupaten Luwu.
Secara langsung Basmin Mattayang dan Fajar Dany Susanto melihat proses belajar mengajar tatap muka di tiap sekolah yang dikunjungi.
Selain itu, mereka juga berdialog selama beberapa menit dengan guru yang mengajar di ruang kelas begitu pula dengan murid dan siswa.
Baca juga:Bupati Luwu Pastikan Kerjasama BPJS Ketenagakerjaan Berlanjut
Bupati Luwu menanyakan sekaitan kendala yang dialami sekolah, guru dan murid selama pembelajaran tatap muka berlangsung sejak seminggu terakhir.
"Apa kendala guru dan murid atau siswa selama proses tatap muka berlangsung?," tanya Bupati . "Tidak ada kendala berarti Opu (sapaan adat Bupati Luwu .red). Justru kami sangat senang pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan," ujar salah seorang guru di Walmas.
"Kalau kita anak-anakku para murid dan siswa, apa kendalata?," tanya Bupati Luwu . "Tidak ada, hanya saja pergerakan kami terbatas, karena dilarang sama guru membuka masker dan di meja ada pembatas, jadi tidak boleh bicara dengan teman saat dalam kelas," kata Murid yang bernama Arham.
Pada kesempatan ini, baik Bupati Luwu maupun Kapolres Luwu, menekankan agar sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas betul-betul mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan ketat, sehingga bisa menjadi contoh bagi sekolah yang lain.
Baca juga:Kabupaten Luwu Kini Punya Aplikasi Bank Data Terintegrasi
"Jangan sampai prokes pada saat Pak Bupati dan Kapolres turun meninjau saja, namun itu harus terus dilaksanakan yakni pada hari-hari biasa atau tiap hari harus seperti ini, menggunakan masker utamanya dalam lingkungan sekolah dan di keramaian," ujar Basmin.
Sekolah yang ditunjuk atau dipercayakan melaksanakan pembelajaran tatap muka harus berhasil dan menjadi contoh jika ingin proses pembelajaran tatap muka ini terus berlangsung dan bisa kembali dilaksanakan full tatap muka.
"Kenapa demikian karena aturan dari pusatnya seperti itu, tujuannya tentu ingin menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Luwu, jika sudah berhasil sudah pasti pembelajaran tatap muka kembali normal seperti biasa," katanya.
Bupati dan Kapolres Luwu juga meminta guru di sekolah rutin memeriksa kesehatan para siswa dan murid sebelum pembelajaran di mulai atau sebelum masuk kelas.
Baca juga:Bupati Luwu dan Kajari Bagikan Nasi Kotak ke Warga
"Saya minta sekolah penuh tanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka. Saya minta kesehatan siswa dan murid diperhatikan, setiap hari periksa kesehatan mereka sebelum diikutkan dalam pembelajaran," minta Bupati Luwu.
Kapolres Luwu , AKBP Fajar Dany Susanto menambahkan, para guru, murid dan siswa juga wajib mengikuti program vaksin. Karena syarat herd immunity harus tercapai 85 persen masyarakat vaksin, baru bisa melaksanakan kegiatan normal seperti biasanya, ketika kasus Covid-19 sudah menurun.
"Alhamdulillah untuk hasil tinjauan hari ini, yang pertama penerapan protokol kesehatan sudah baik, sudah disiplin, mudah-mudahan ini tidak hanya pada saat kunjungan Pak Bupati beserta kami tapi seterusnya," ujar Kapolres Luwu.
"Penekanan saya supaya anak-anak peserta didik kita juga diberikan pemahaman-pemahaman tentang protokol kesehatan dan tentang virus Corona. Untuk bapak ibu guru termasuk para orang tua murid untuk selalu menjadi contoh terdepan kepada anak-anak bagaimana menerapkan protokol kesehatan , bagaimana menggunakan masker yang baik," lanjut Kapolres Luwu.
Baca juga:Kabupaten Luwu Masuk Zona Oranye Penyebaran Covid-19
Pantauan SINDOnews, selain mengunjungi sekolah, rombongan Bupati Luwu , juga menyempatkan singgah di Kantor Desa Salutubu, meninjau proses pemberian vaksin kepada masyarakat setempat.
Diberitakan SINDO pada hari Rabu 1 September pekan lalu, Bupati Luwu , Basmin Mattayang, meninjau langsung 8 sekolah tingkat SD dan SMP di beberapa kecamatan di Kabupaten Luwu. Tujuannya, memastikan proses pembelajaran tatap muka terbatas berjalan baik dan dilaksanakan sesuai petunjuk protokol kesehatan.
Kali ini, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditinjau Basmin fokus di wilayah Walmas atau utara Kabupaten Luwu.
Baca juga:Bupati Luwu Pantau Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Sejumlah Sekolah
Adapun sekolah yang dikunjungi yakni, SDN 313 Kali'ba di Kecamatan Walenrang, SDN 235 Bolang dan SMP Negeri 3 Lamasi di Kecamatan Walenrang Utara, SDN 104 Wiwitan dan SMP Negeri 1 Lamasi di Kecamatan Lamasi.
Dalam kunjungan ini, Bupati Luwu dan Kapolres Luwu yang juga Ketua Umum dan Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Luwu, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Hasbullah, Kepala Dinas Kesehatan, dr Rosnawary Basir, Sekretaris BPBD, Aminuddin Alwi yang juga juru bicara Stagas Covid-19 Kabupaten Luwu.
Secara langsung Basmin Mattayang dan Fajar Dany Susanto melihat proses belajar mengajar tatap muka di tiap sekolah yang dikunjungi.
Selain itu, mereka juga berdialog selama beberapa menit dengan guru yang mengajar di ruang kelas begitu pula dengan murid dan siswa.
Baca juga:Bupati Luwu Pastikan Kerjasama BPJS Ketenagakerjaan Berlanjut
Bupati Luwu menanyakan sekaitan kendala yang dialami sekolah, guru dan murid selama pembelajaran tatap muka berlangsung sejak seminggu terakhir.
"Apa kendala guru dan murid atau siswa selama proses tatap muka berlangsung?," tanya Bupati . "Tidak ada kendala berarti Opu (sapaan adat Bupati Luwu .red). Justru kami sangat senang pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan," ujar salah seorang guru di Walmas.
"Kalau kita anak-anakku para murid dan siswa, apa kendalata?," tanya Bupati Luwu . "Tidak ada, hanya saja pergerakan kami terbatas, karena dilarang sama guru membuka masker dan di meja ada pembatas, jadi tidak boleh bicara dengan teman saat dalam kelas," kata Murid yang bernama Arham.
Pada kesempatan ini, baik Bupati Luwu maupun Kapolres Luwu, menekankan agar sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas betul-betul mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan ketat, sehingga bisa menjadi contoh bagi sekolah yang lain.
Baca juga:Kabupaten Luwu Kini Punya Aplikasi Bank Data Terintegrasi
"Jangan sampai prokes pada saat Pak Bupati dan Kapolres turun meninjau saja, namun itu harus terus dilaksanakan yakni pada hari-hari biasa atau tiap hari harus seperti ini, menggunakan masker utamanya dalam lingkungan sekolah dan di keramaian," ujar Basmin.
Sekolah yang ditunjuk atau dipercayakan melaksanakan pembelajaran tatap muka harus berhasil dan menjadi contoh jika ingin proses pembelajaran tatap muka ini terus berlangsung dan bisa kembali dilaksanakan full tatap muka.
"Kenapa demikian karena aturan dari pusatnya seperti itu, tujuannya tentu ingin menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Luwu, jika sudah berhasil sudah pasti pembelajaran tatap muka kembali normal seperti biasa," katanya.
Bupati dan Kapolres Luwu juga meminta guru di sekolah rutin memeriksa kesehatan para siswa dan murid sebelum pembelajaran di mulai atau sebelum masuk kelas.
Baca juga:Bupati Luwu dan Kajari Bagikan Nasi Kotak ke Warga
"Saya minta sekolah penuh tanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka. Saya minta kesehatan siswa dan murid diperhatikan, setiap hari periksa kesehatan mereka sebelum diikutkan dalam pembelajaran," minta Bupati Luwu.
Kapolres Luwu , AKBP Fajar Dany Susanto menambahkan, para guru, murid dan siswa juga wajib mengikuti program vaksin. Karena syarat herd immunity harus tercapai 85 persen masyarakat vaksin, baru bisa melaksanakan kegiatan normal seperti biasanya, ketika kasus Covid-19 sudah menurun.
"Alhamdulillah untuk hasil tinjauan hari ini, yang pertama penerapan protokol kesehatan sudah baik, sudah disiplin, mudah-mudahan ini tidak hanya pada saat kunjungan Pak Bupati beserta kami tapi seterusnya," ujar Kapolres Luwu.
"Penekanan saya supaya anak-anak peserta didik kita juga diberikan pemahaman-pemahaman tentang protokol kesehatan dan tentang virus Corona. Untuk bapak ibu guru termasuk para orang tua murid untuk selalu menjadi contoh terdepan kepada anak-anak bagaimana menerapkan protokol kesehatan , bagaimana menggunakan masker yang baik," lanjut Kapolres Luwu.
Baca juga:Kabupaten Luwu Masuk Zona Oranye Penyebaran Covid-19
Pantauan SINDOnews, selain mengunjungi sekolah, rombongan Bupati Luwu , juga menyempatkan singgah di Kantor Desa Salutubu, meninjau proses pemberian vaksin kepada masyarakat setempat.
Diberitakan SINDO pada hari Rabu 1 September pekan lalu, Bupati Luwu , Basmin Mattayang, meninjau langsung 8 sekolah tingkat SD dan SMP di beberapa kecamatan di Kabupaten Luwu. Tujuannya, memastikan proses pembelajaran tatap muka terbatas berjalan baik dan dilaksanakan sesuai petunjuk protokol kesehatan.
(luq)
Lihat Juga :