Musim Kemarau Tahun Ini, Kota Bandung Hadapi Krisis Air PDAM
Selasa, 07 September 2021 - 15:05 WIB
loading...
Kota Bandung menghadapi krisis air PDAM pada musim kemarau tahun ini.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Kota Bandung menghadapi potensi krisis air baku untuk menyuplai PDAM, akibat musim kemarau tahun ini. Sejumlah sungai tercatat mengalami penurunan volume air cukup drastis hingga batas kritis.
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengatakan, suplai air baku berkurang akibat kemarau yang tengah terjadi saat ini. Saat ini, debit air sejumlah sungai di Kota Bandung berkurang drastis. Suplai air baku dari Dago intake hanya sekitar 200-300 liter per detik. Sedangkan kapasitas normal yaitu 550-600 liter per detik.
Baca juga: Larung Sesaji Dibubarkan Petugas Karena Picu Kerumunan, Ini Klarifikasi Warga Cilacap
Dia mengungkapkan, dalam tiga hari ke depan cadangan air dari sungai di sebelah utara Kota Bandung akan mengalami krisis. Debit air di Sungai Cikapundung dan Sungai Cipanjalu Ujungberung sudah sangat menghawatirkan. Dia berharap, berkurangnya debit air tidak terjadi seperti tahun 2015 dan 2018.
Menurutnya, PDAM Tirtawening sudah mengamati debit Sungai Cipanjalu selama 1,5 bulan lebih. Debit air di sana hanya mampu mengolah sekitar 10 liter per detik dari normalnya sebesar 20 liter per detik. "Di malam hari pun hanya bisa mengolah 15 liter per detik," kata Sonny.
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengatakan, suplai air baku berkurang akibat kemarau yang tengah terjadi saat ini. Saat ini, debit air sejumlah sungai di Kota Bandung berkurang drastis. Suplai air baku dari Dago intake hanya sekitar 200-300 liter per detik. Sedangkan kapasitas normal yaitu 550-600 liter per detik.
Baca juga: Larung Sesaji Dibubarkan Petugas Karena Picu Kerumunan, Ini Klarifikasi Warga Cilacap
Dia mengungkapkan, dalam tiga hari ke depan cadangan air dari sungai di sebelah utara Kota Bandung akan mengalami krisis. Debit air di Sungai Cikapundung dan Sungai Cipanjalu Ujungberung sudah sangat menghawatirkan. Dia berharap, berkurangnya debit air tidak terjadi seperti tahun 2015 dan 2018.
Menurutnya, PDAM Tirtawening sudah mengamati debit Sungai Cipanjalu selama 1,5 bulan lebih. Debit air di sana hanya mampu mengolah sekitar 10 liter per detik dari normalnya sebesar 20 liter per detik. "Di malam hari pun hanya bisa mengolah 15 liter per detik," kata Sonny.
Lihat Juga :