Permukiman Padat Penduduk yang Rawan Banjir di Kecamatan Aruta Harus Direlokasi

Senin, 06 September 2021 - 09:11 WIB
loading...
Permukiman Padat Penduduk...
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kobar, Kalteng Bambang Suherman. iNews TV/Sigit
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng Bambang Suherman menyarankan pemerintah daerah agar permukiman penduduk yang rawan banjir di Kecamatan Arut Utara (Aruta) dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman.

"Hampir setiap tahun bila musim penghujan tiba, banjir kerap kali terjadi pada titik yang sama. Pemkab perlu memikirkan langkah relokasi tanpa mengurangi makna dari kearifan lokal yang ada," kata Bambang Suherman, pada Senin, 6 September 2021.

Bambang menyebut, wilayah yang rawan banjir tersebut meliputiKecamatan Arut Utara dan sejumlah desa di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam).
Saran relokasi itu salah satu alasannyasetiap tahun pemkab selalu mengucurkan dana APBDuntuk bantuan korban banjir. Meski hal tersebut sudah menjadi kewajiban untuk penanganan, tentu harus dipikirkan solusi jangka panjangnya.

"Saat ini di Desa Kondang dan Lalang mulai diterjang banjir, kejadian ini menjadi langganan setiap tahunnya, begitu juga dengan desa-desa di Kecamatan Arut Utara. Perlu ada terobosan dalam menghadapi masalah ini,seperti relokasi dengan tetap mengedepankan kearifan lokal,' ujarnya.

Ia menambahkan, merelokasi bukan berarti melenyapkan atau menghapus desa inti yang sudah ada secara turun menurun, hanya pemukiman yang menjadi langganan banjir dipindah ke daerah yang lebih tinggi. Pemerintahsaatnya menyiapkan lahan untuk pemukiman yang baru dan bebas dari banjir.

"Saya dari dulu selalu menyarankan kepada pemerintah daerah untuk relokasi bagi desa yang menjadi langganan banjir. Lahan yang disiapkan tidak perlu luas, yang penting mencukupi seluruh kepala keluarga tersebut," sebutnya. Baca: Banjir Bandang Terjang Permukiman di Polewali Mandar, Warga Panik Menungsi.

Menurutnya, untuk anggaran bisa dari pemerintah provinsi dan pusat dan melalui program transmigrasi lokal. Jika tidak di tangani seperti ini, maka akan sepanjang masa warga terdampak banjir.

"Sutuasi daerah kita saat ini memang cukup sulit, sekarang kita tengah terkuras dalam penanganan covid-19, artinya belanja tak terduga ini difokuskan pada bencana covid-19. Kemudian kita dihadapi masalah banjir serta kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. Baca Juga: Jalan Trans Sulawesi Macet Total, Tertutup Arus Banjir dan Truk Terguling.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Cegah Banjir, 39,7 Ton...
Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Banjir Bogor dan Jakarta:...
Banjir Bogor dan Jakarta: Alarm Keras Transformasi Tata Kota Berbasis Air
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Momen Penghuni Huntara...
Momen Penghuni Huntara Jamur Ujung Aceh Bersyukur Dapat Bantuan Peralatan Dapur
Rekomendasi
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved