Sebelum Tewas, Praka Dirham Berencana Buat Syukuran Ketika Pulang dari Papua
Jum'at, 03 September 2021 - 23:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga:2 Jenazah TNI Korban KKB Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin
Abdul Waqit bercerita, putra pertamanya itu adalah anak yang pandai bergaul. Saat sekolah, rumahnya kerap menjadi tempat berkumpul anaknya bersama teman-temannya. "Dulu rumah ini ramai sama temannya. Biasa teman-temannya itu nginap di sini," kenang Waqit.
Tamat SMA, Praka Dirham tak langsung mendaftar sebagai anggota TNI. Ia sempat bekerja sebagai karyawan outsourching di PT Semen Tonasa . Ia baru tertarik jadi anggota TNI saat seorang kerabatnya berkunjung ke rumahnya.
"Waktu ponakan saya yang anggota TNI datang. Dia bilang saya juga mau jadi tentara. Jadi dia daftar bintara tapi tidak lolos. Terus daftar tamtama dan lolos," kenangnya.
Baca juga:KNPI Kutuk Serangan KKB ke Pos Koramil Kisor Papua Barat
Waqit yang merupakan ASN UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Pangkep ini tak menyangka jika anaknya itu akan tewas mengenaskan saat menjaga posnya. Sebab, dalam beberapa kali pembicaraan telepon, almarhum mengatakan bahwa posnya berada di tempat yang relatif aman dan ramai penduduk sipil.
Abdul Waqit bercerita, putra pertamanya itu adalah anak yang pandai bergaul. Saat sekolah, rumahnya kerap menjadi tempat berkumpul anaknya bersama teman-temannya. "Dulu rumah ini ramai sama temannya. Biasa teman-temannya itu nginap di sini," kenang Waqit.
Tamat SMA, Praka Dirham tak langsung mendaftar sebagai anggota TNI. Ia sempat bekerja sebagai karyawan outsourching di PT Semen Tonasa . Ia baru tertarik jadi anggota TNI saat seorang kerabatnya berkunjung ke rumahnya.
"Waktu ponakan saya yang anggota TNI datang. Dia bilang saya juga mau jadi tentara. Jadi dia daftar bintara tapi tidak lolos. Terus daftar tamtama dan lolos," kenangnya.
Baca juga:KNPI Kutuk Serangan KKB ke Pos Koramil Kisor Papua Barat
Waqit yang merupakan ASN UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Pangkep ini tak menyangka jika anaknya itu akan tewas mengenaskan saat menjaga posnya. Sebab, dalam beberapa kali pembicaraan telepon, almarhum mengatakan bahwa posnya berada di tempat yang relatif aman dan ramai penduduk sipil.
Lihat Juga :