Sensus Penduduk Online 2020 Kota Makassar Bergerak Lambat
Selasa, 21 April 2020 - 16:16 WIB
loading...
Sensus penduduk online di Kota Makassar bergerak lambat. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Sensus penduduk online 2020 di Kota Makassar bergerak lambat. Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar, dari awal hingga menjelang akhir bulan April ini, hanya ada penambahan sekitar 4%.
Dari data terakhir per awal April, terdata sebanyak 27.864 KK atau sebesar 34,24%. Sementara, mendekati akhir bulan, peningkatan hanya sebesar 4% lebih, yaitu 32.346 KK clean atau 39,75%.
"Hari ini sudah 39,75% atau sebanyak 32.346 KK clean, itu terkesan lambat mas," ujar Kepala BPS Kota Makassar, Ari Prihandini saat dihubungi SINDOnews via seluler, Selasa (21/4/2020).
Jumlah ini masih cukup jauh dari target sensus penduduk online Kota Makassar, yakni 81.370 KK. Sensus penduduk secara online ini masih akan berlangsung hingga 29 Mei mendatang. (Baca juga: Makassar Masih Rendah, Sensus Penduduk Online Sulsel Sudah 80% )
Demi mengejar target tersebut, Ari mengaku pihaknya hanya mengupayakan sosialisasi tak langsung, menggunakan platform daring dan elektronik. Sosialisasi tersebut dijejaki melalui grup per grup WhatsApp ataupun via media sosial lain.
Dari data terakhir per awal April, terdata sebanyak 27.864 KK atau sebesar 34,24%. Sementara, mendekati akhir bulan, peningkatan hanya sebesar 4% lebih, yaitu 32.346 KK clean atau 39,75%.
"Hari ini sudah 39,75% atau sebanyak 32.346 KK clean, itu terkesan lambat mas," ujar Kepala BPS Kota Makassar, Ari Prihandini saat dihubungi SINDOnews via seluler, Selasa (21/4/2020).
Jumlah ini masih cukup jauh dari target sensus penduduk online Kota Makassar, yakni 81.370 KK. Sensus penduduk secara online ini masih akan berlangsung hingga 29 Mei mendatang. (Baca juga: Makassar Masih Rendah, Sensus Penduduk Online Sulsel Sudah 80% )
Demi mengejar target tersebut, Ari mengaku pihaknya hanya mengupayakan sosialisasi tak langsung, menggunakan platform daring dan elektronik. Sosialisasi tersebut dijejaki melalui grup per grup WhatsApp ataupun via media sosial lain.
Lihat Juga :