Nissan Tutup Pabrik Perakitan di Indonesia, Ini Alasannya
Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:32 WIB
loading...
Salah satu mobil Nissan.Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Nissan Motor Co. Ltd memutuskan menutup pabrik perakitan di Indonesia. Perusahaan otomotif Jepang ini akan kosentrasikan pabrik di Thailand sebagai basis produksi tunggal di ASEAN. Keputusan tersebut diumumkan melalui keterangan resmi yang diunggah di situs Nissan Global pada Kamis, 28 Mei 2020.
Sebelum menutup pabrik di Indonesia, Nissan juga menutup pabrik perakitan di Barcelona, Spanyol. Selanjutnya, pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, akan menjadi basis produksi untuk Eropa.
Sebagai bagian dari rencana empat tahun, Nissan akan mengambil tindakan tegas untuk mengubah bisnisnya dengan merampingkan operasi yang tidak menguntungkan dan fasilitas yang menganggur, di samping reformasi struktural.
“Kami saat ini sedang berkonsentrasi pada kompetensi inti kami dan meningkatkan kualitas bisnis kami, untuk menjaga disiplin keuangan dan fokus pada pendapatan bersih per unit untuk mencapai profitabilitas,Ini bertepatan dengan pemulihan budaya yang didefinisikan oleh ‘Nissan-nes’ untuk era baru ” kata Uchida.
Perusahaan juga akan mengurangi biaya tetap dengan merasionalisasi kapasitas produksi, serta jajaran produk dan pengeluaran global.
Sebelum menutup pabrik di Indonesia, Nissan juga menutup pabrik perakitan di Barcelona, Spanyol. Selanjutnya, pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, akan menjadi basis produksi untuk Eropa.
Sebagai bagian dari rencana empat tahun, Nissan akan mengambil tindakan tegas untuk mengubah bisnisnya dengan merampingkan operasi yang tidak menguntungkan dan fasilitas yang menganggur, di samping reformasi struktural.
“Kami saat ini sedang berkonsentrasi pada kompetensi inti kami dan meningkatkan kualitas bisnis kami, untuk menjaga disiplin keuangan dan fokus pada pendapatan bersih per unit untuk mencapai profitabilitas,Ini bertepatan dengan pemulihan budaya yang didefinisikan oleh ‘Nissan-nes’ untuk era baru ” kata Uchida.
Perusahaan juga akan mengurangi biaya tetap dengan merasionalisasi kapasitas produksi, serta jajaran produk dan pengeluaran global.
Lihat Juga :