Karyawan Warung Sate Ditikam Dadanya Tembus ke Jantung, Ini Pemicunya
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Aski pembunuhan itu bermula saat korban dan calon mertuanya menyatroni Edi di tempat kosnya guna menanyakan ponsel yang dicuri. Setibanya di kos, Rizki dan calon ayah mertuanya yang juga majikannya di warung sate iba melihat kondisi kehidupan ekonomi pelaku, keduanya pun akhirnya berniat memaafkan pelaku.
"Dengan harapan tidak mengulangi kembali, akhirnya orang tua dari korban ingin memaafkan perilaku tersangka. Ditambah pengakuan pelaku, yang mengakui jika mencuri karena untuk kebutuhan makan," ucap Dony.
Namun, saat di tempat kos Rizki mendapati dua ponsel milik mertuanya itu sudah dirusak oleh pelaku. Hingga akhirnya Rizki meminta agar Edi memperbaikinya ke tempat reparasi handphone dengan biaya sekitar Rp200 ribu. Edi pun pura-pura mengiyakan dan meminta agar Rizki mengantarkannya ke tempat reparasi ponsel.
Baca juga: Memalukan Ada Honor Pemakaman COVID-19 untuk Bupati Jember, Ini Sikap Gubernur Jatim
Namun di tengah perjalanan, Edi meminta Rizki untuk mengantarkannya terlebih dahulu ke tempat saudaranya untuk meminjam uang. Tanpa curiga, Rizki pun mengiyakan. Ketika itu pelaku kemudian membelokkan sepeda motor yang dikendarai pelaku dan korban ke suatu tempat sepi dan meminta menitipkan sepeda motor korban ke rumah salah satu warga.
Usai menitipkan motor, Edi mengajak Rizki berjalan kaki ke tempat saudaranya. Saat itulah, Edi berusaha kabur. Melihat hal itu, Rizki kemudian mengejar Edi hingga ke kebun bambu di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Saat pengejaran itulah, Rizki terlibat perkelahian dengan Edi.
"Dengan harapan tidak mengulangi kembali, akhirnya orang tua dari korban ingin memaafkan perilaku tersangka. Ditambah pengakuan pelaku, yang mengakui jika mencuri karena untuk kebutuhan makan," ucap Dony.
Namun, saat di tempat kos Rizki mendapati dua ponsel milik mertuanya itu sudah dirusak oleh pelaku. Hingga akhirnya Rizki meminta agar Edi memperbaikinya ke tempat reparasi handphone dengan biaya sekitar Rp200 ribu. Edi pun pura-pura mengiyakan dan meminta agar Rizki mengantarkannya ke tempat reparasi ponsel.
Baca juga: Memalukan Ada Honor Pemakaman COVID-19 untuk Bupati Jember, Ini Sikap Gubernur Jatim
Namun di tengah perjalanan, Edi meminta Rizki untuk mengantarkannya terlebih dahulu ke tempat saudaranya untuk meminjam uang. Tanpa curiga, Rizki pun mengiyakan. Ketika itu pelaku kemudian membelokkan sepeda motor yang dikendarai pelaku dan korban ke suatu tempat sepi dan meminta menitipkan sepeda motor korban ke rumah salah satu warga.
Usai menitipkan motor, Edi mengajak Rizki berjalan kaki ke tempat saudaranya. Saat itulah, Edi berusaha kabur. Melihat hal itu, Rizki kemudian mengejar Edi hingga ke kebun bambu di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Saat pengejaran itulah, Rizki terlibat perkelahian dengan Edi.
Lihat Juga :