Diduga Kabin Panas, Truk Boks Terbakar di Sleman

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 11:50 WIB
Diduga Kabin Panas, Truk Boks Terbakar di Sleman
Petugas saat mengamankan truk boks yang terbakar di Jalan Yogya-Solo km 16 Kamiten, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (26/8/2021). Foto ist
A A A
SLEMAN - Truk boks B 9158 YM terbakar di Jalan Yogya-Solo Km 16, Kamiten, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (26/8/2021). Diduga truk yang membawa bahan medis, tisu, gelas plastik, kardus dan cairan disinfektan itu terbakar karena kabin panas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, kerugian berupa material yang ada di dalam truk tersebut.

Kapolsek Kalasan, Sleman, Kompol Sumantri mengatakan, peristiwa itu berawal saat truk bok B 9158 YM yang dikendarai Wandori (32) warga Indramayu, Jawa Barat (Jabar) itu melaju di Jalan Yogya-Solo dari arah barat ke timur. “Sampai di lokasi kejadian, ada pengendara sepeda motor yang memberitahu di belakang kabin ada asap,” katanya. Baca juga: Raup Rp2 Triliun Lebih, Dua Film Amerika Masuk Box Office China

Pengemudi kemudian menghentikan truk ke tepi jalan. Setelah turun melihat ada api di belakang kabin. Kemudian dibantu warga sekitar mencoba memadamkan api tersebut dengan air dan ada yang melaporkan ke Polsek Kalasan.

Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian untuk mengamankan lokasi dan membantu memadamkam api. Selama proses pemadaman, arus lalu lintas dari arah Yogyakarta menuju Prambanan sempat tersendat. Setelah berjibaku sekitar setengah jam akhirnya api dapat dipadamkan.



Usai padam truk kembali melanjutkan perjalanan. “Tidak ada korban jiwa, kerugian berupa material,” paparnya. Baca juga: 18 Rumah di Kampung Pulo Ludes Terbakar, Ketua RT Berharap Ada Uluran Tangan Dermawan

Truk boks yang membawa bahan medis, tisu, gelas plastik, kardus dan cairan disinfektan ini berangkat dari Jakarta dengan tujuan ke beberapa kota, antara lain Purwokerto, Yogya, Solo, Madiun dan Surabaya untuk mengirimkan barang itu,

“Truk boks itu terbakar diduga karena kabin panas dan pengab serta tidak ada sirkulasi udara sehingga timbul titik api,” jelasnya.
(don)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2349 seconds (11.97#12.26)