Kisah Mengharukan, Seorang Ayah Keliling Minta Seragam Bekas Buat Sekolah Anaknya

Kamis, 26 Agustus 2021 - 12:57 WIB
loading...
Kisah Mengharukan, Seorang...
Tanto Gunawan, seorang ayah di Lebak, Banten terpaksa berkeliling kampung memohon kepada warga untuk memberikannya seragam bekas buat anaknya sekolah. Foto/iNews TV/Iskandar Nasution
A A A
LEBAK - Seorang ayah di Lebak, Banten terpaksa berkeliling kampung memohon kepada warga untuk memberikannya seragam bekas buat anak-anaknya untuk sekolah atau belajar tatap muka.

Namun selama seharian mencari pakaian bekas, dirinya tak menemukan seragam bekas sehelai pun. Meski hidup di daerah kaya hasil bumi, namun warga miskin di daerah ini tetap menjamur.

Baca juga: Kisah Haru Pasutri di Madura Punya Momongan setelah 21 Tahun Sabar Menanti

Peribahasa kasih ayah sepanjang waktu, layak dsematkan pada Tanto Gunawan. Tanpa rasa malu, warga miskin yang tinggal di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten ini rela berkeliling kampung meminta baju bekas kepada warga agar anaknya bisa bersekolah.

Kisah Mengharukan, Seorang Ayah Keliling Minta Seragam Bekas Buat Sekolah Anaknya


Sejak Senin (23/8/2021) lalu sekolah di Lebak, Banten mulai menerapkan belajar tatap muka. Namun karena tidak memiliki uang, Tanto tak mampu membelikan anaknya seragam sekolah.

Baca juga: BKSDA Temukan Sup Buaya di Lokasi TKA China Sembelih Satwa Dilindungi

Agar anak-anaknya tetap bisa bersekolah, dia rela mencari baju seragam bekas milik orang lain agar anak-anaknya tetap bisa bersekolah.

Tanto memiliki 6 orang anak, di mana tiga diantaranya masih bersekolah. Pria berusia 46 tahun itu ditinggal cerai sang istri yang diduga akibat dirinya miskin. Sang istri memilih pria lain dan hidup berumah tangga kembali. "Saya keliling cari baju bekas tapi gak ada yang punya," kata Tanto.

Dia menuturkan, terpaksa mencari baju bekas karena saat ini anaknya mulai belajar tatap muka di SMK Negeri 1 Bayah, Lebak, Banten. Namun anaknya tidak memiliki seragam sekolah/ hingga akhirnya dirinya meminta belas kasian warga untuk memberikan baju bekas.

Tanto yang bekerja serabutan dan menjadi seorang nelayan membuat penghasilanya tak menentu.

Relawan Respek Peduli Lebak, Delima Humairo menuturkan, Tanto merupakan binaannya. "Sudah enam tahun menjadi warga yang di bantu pihak Respek Peduli Lebak," ujarnya.

Selama enam tahun keluarga Tanto selalu dibantu secara ekonomi, hingga mendirikan sebuah rumah permanen. Bahkan para relawan sempat kehabisan uang hingga akhirnya mereka berutang ke pihak material akibat janji-janji dari para pejabat yang ingin membantu namun tak di kunjung ditepati.

Delima menyatakan, pihaknya berharap pemerintah daerah segera melanjutkan bantuan kepada keluarga miskin ini. Apalagi di daerah Bayah dikenal memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah seperti emas batubara dan adanya perusahaan-perusahaan raksasa yang mengolah hasil bumi lain di negeri Tanah Jawara, selatan Lebak ini.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Partai Perindo dan Pemprov...
Partai Perindo dan Pemprov Jateng Bersinergi Entaskan Kemiskinan
Pemkab Lebak Bakal Bangun...
Pemkab Lebak Bakal Bangun 50 Km Jalan Poros Desa Setiap Tahun
Bonnie Triyana: Peran...
Bonnie Triyana: Peran Sekolah Bentuk Karakter, Bukan Hanya Pencapaian Akademik
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Mensos: Sekolah Rakyat...
Mensos: Sekolah Rakyat Bagian dari Strategi Besar Pengentasan Kemiskinan
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Rekomendasi
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Berita Terkini
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved