PPKM Diperpanjang, Surabaya Waspadai Potensi Penularan COVID-19 dari Wilayah Aglomerasi
Senin, 23 Agustus 2021 - 23:14 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengantisipasi penularan dari wilayah aglomerasi. Saat ini di Surabaya sudah terjadi penurunan penularan COVID-19. Foto/Dok.SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Dalam sebulan terakhir, penerapan PPKM berhasil menurunkan kasus COVID-19 di Kota Surabaya. Namun, naik turunnya kasus COVID-19 tentu sangat dipengaruhi oleh wilayah aglomerasi. Artinya, kasus di kabupaten sekitar dapat berimplikasi terhadap meningkatnya COVID-19 di Surabaya.
Baca juga: Ribut Pembubaran Pentas Musik Agustusan, Kades dan Penyanyi Seksi Diperiksa di Polres Kendal
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi PPKM yang dilakukannya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), saat ini kasus COVID-19 di Kota Pahlawan sudah turun.
Namun ia juga menyadari hal ini tentu dapat dipengaruhi terhadap kasus COVID-19 di wilayah aglomerasi. "Semua sudah kita lakukan evaluasi dan sekarang memang Surabaya kalau ngomong (bicara) zona sudah turun (dari merah ke oranye)," kata Eri, Senin (23/8/2021).
Baca juga: COVID-19 Melonjak Objek Wisata Ditutup, Warga Nekad Memancing di Danau Toba
Baca juga: Ribut Pembubaran Pentas Musik Agustusan, Kades dan Penyanyi Seksi Diperiksa di Polres Kendal
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi PPKM yang dilakukannya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), saat ini kasus COVID-19 di Kota Pahlawan sudah turun.
Namun ia juga menyadari hal ini tentu dapat dipengaruhi terhadap kasus COVID-19 di wilayah aglomerasi. "Semua sudah kita lakukan evaluasi dan sekarang memang Surabaya kalau ngomong (bicara) zona sudah turun (dari merah ke oranye)," kata Eri, Senin (23/8/2021).
Baca juga: COVID-19 Melonjak Objek Wisata Ditutup, Warga Nekad Memancing di Danau Toba
Lihat Juga :