Ngaku Dianiaya Warga Desa Sukalaksana, Jenderal Bintang Dua Lapor ke Polda Jabar
Senin, 23 Agustus 2021 - 22:51 WIB
loading...
A
A
A
Dalam surat tertulis, mewakili warganya, Kepala Desa Sukalaksana memaparkan kronologis peristiwa dugaan penganiayaan yang terjadi 19 Agustus 2021. Peristiwa diawali ketika YIS memaksa warga untuk membongkar patok besi jalan, yang difungsikan untuk membatasi masuknya kendaraan truk besar.
Baca juga: Cerita Pangreh Praja Bojonegoro dan Para Benalu Penghalang Revolusi Kemerdekaan Indonesia
"Pada hari Kamis (19/8/2021) sekitar pukul 12.00 WIB, telah terjadi keributan di pertigaan Jalan Waluran Lebak, saat seorang pengendara mobil bernama YIS yang mengaku seorang Jendral TNI yang berdomisili di Bandung, namun alamat KTP Jakarta, telah memaksa warga di lokasi untuk membongkar patok besi pinggir jalan yang berfungsi untuk membatasi masuknya kendaraan truk besar," tulis surat tersebut.
Warga sempat menolak untuk membongkar patok jalan dan mempertanyakan izin dari YIS. Namun, YIS justru marah dan mengancam warga menggunakan sebilah golok. Warga yang takut kemudian mematuhi permintaan YIS untuk membongkar patok besi, dan membawa patok jalan itu di mobilnya.
Baca juga: Ribut Pembubaran Pentas Musik Agustusan, Kades dan Penyanyi Seksi Diperiksa di Polres Kendal
"Membongkar patok besi yang kemudian dibawa oleh oknum tersebut di mobilnya yang saat itu akan menuju Kampung Sangiang Lawang, Desa Parakan. Tindakan itu telah mengakibatkan beberapa kerusakan pada jalan yang telah dibangun dengan anggaran dana desa yang tentu saja sangat merugikan ," lanjutnya.
Peristiwa pembongkaran patok jalan itu menyulut amarah warga lainnya. Sekitar 150 warga kemudian mendatangi YIS untuk mempertanyakan sikapnya membongkar patok jalan. Akan tetapi, YIS kembali mengancam warga menggunakan sebilah golok. Warga yang tersulut emosinya kemudian membalas ancaman YIS dengan aksi pemukulan.
Baca juga: Cerita Pangreh Praja Bojonegoro dan Para Benalu Penghalang Revolusi Kemerdekaan Indonesia
"Pada hari Kamis (19/8/2021) sekitar pukul 12.00 WIB, telah terjadi keributan di pertigaan Jalan Waluran Lebak, saat seorang pengendara mobil bernama YIS yang mengaku seorang Jendral TNI yang berdomisili di Bandung, namun alamat KTP Jakarta, telah memaksa warga di lokasi untuk membongkar patok besi pinggir jalan yang berfungsi untuk membatasi masuknya kendaraan truk besar," tulis surat tersebut.
Warga sempat menolak untuk membongkar patok jalan dan mempertanyakan izin dari YIS. Namun, YIS justru marah dan mengancam warga menggunakan sebilah golok. Warga yang takut kemudian mematuhi permintaan YIS untuk membongkar patok besi, dan membawa patok jalan itu di mobilnya.
Baca juga: Ribut Pembubaran Pentas Musik Agustusan, Kades dan Penyanyi Seksi Diperiksa di Polres Kendal
"Membongkar patok besi yang kemudian dibawa oleh oknum tersebut di mobilnya yang saat itu akan menuju Kampung Sangiang Lawang, Desa Parakan. Tindakan itu telah mengakibatkan beberapa kerusakan pada jalan yang telah dibangun dengan anggaran dana desa yang tentu saja sangat merugikan ," lanjutnya.
Peristiwa pembongkaran patok jalan itu menyulut amarah warga lainnya. Sekitar 150 warga kemudian mendatangi YIS untuk mempertanyakan sikapnya membongkar patok jalan. Akan tetapi, YIS kembali mengancam warga menggunakan sebilah golok. Warga yang tersulut emosinya kemudian membalas ancaman YIS dengan aksi pemukulan.
Lihat Juga :