10 Kg Sabu Asal Kongo Diselundupkan ke Indonesia Lewat Jasa Penitipan Barang

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 01:28 WIB
loading...
10 Kg Sabu Asal Kongo Diselundupkan ke Indonesia Lewat Jasa Penitipan Barang
Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, bersama Bareskrim Polri, menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 10 kg asal Afrika. Foto/iNews TV/Hasnugara
A A A
TANGGERANG - Upaya penyelundupan sabu kembali berhasil dibongkar petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Tanggerang, Banten, bersama Bareskrim Mabes Polri. Tidak main-main, dalam kasus penyelundupan ini petugas berhasil menyita sebanyak 10 kg sabu.

Baca juga: Obrak-abrik Jaringan Narkoba Malaysia, Polisi Bekuk 2 Pengedar dan Sita Sabu 2,1 Kg

Para pelaku berupaya mengelabuhi petugas, dengan cara menyelundupkan sabu melalui jasa penitipan barang. Sabu yang diketahui berasal dari Kongo, Afrika Selatan tersebut, disembunyikan di dalam bola batu berwarna hijau yang menyerupai batu giok.



Pengungkapan penyelundupan sabu jaringan internasional ini, bermula saat petugas Bea dan Cukai yang bertugas di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, mencurigai dua paket kiriman dari Kongo.

Baca juga: Jadi Tempat Pasangan Telanjang Berhubungan Seks, Warga Bongkar Pondok di Pantai Pelangi Aceh

Menindak lanjuti kasus tersebut, petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, bekerjasama dengan Bareskrim Polri, akhirnya menangkap seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial A yang bersembunyi di wilayah Kembangan Selatan, Jakarta Barat. A diduga sebagai penerima sabu tersebut.

Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan mengatakan, bahwa seluruh sabu tersebut diselundupkan melalui perusahaan jasa titipan kargo Bandara Soekarno-Hatta, dengan total barang bukti sabu seberat 10 kg. "Sabu disembunyikan di dalam bola batu berwarna hijau," tuturnya.

Baca juga: Pacar Cantiknya Dihamili Pria Lain, Pemuda Demak Bunuh Kekasihnya Saat Kelelahan Berhubungan Seks

Dari pengakuan pelaku, dia menerima sabu tersebut karena diperintahkan oleh temannya sejak kecil. Teman terduga pelaku A tersebut, merupakan tahanan yang saat ini mendekam di Lapas Cipinang. Bandar besar pemasok narkoba, diduga memanfaatkan masa pandemi COVID-19 ini, dengan mengirim narkoba menggunakan jasa pengiriman barang.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2483 seconds (11.210#12.26)