Lestarikan Kearifan Lokal, Bupati Maros Minta Kecapi Diajarkan ke Anak-Anak

Kamis, 19 Agustus 2021 - 09:55 WIB
loading...
Lestarikan Kearifan...
Bupati Maros, Chaidir Syam hadir membuka workshop pelestarian musik tradisional kecapi di Anjungan Phinisi Mangngambang 575, Rabu (18/8/2021). Foto: Najmi Limonu
A A A
MAROS - Bupati Maros , Chaidir Syam hadir membuka workshop pelestarian musik tradisional kecapi di Anjungan Phinisi Mangngambang 575, Rabu (18/8/2021).

Workshop tersebut digelar oleh komunitas seni Balla Buloa Heritage sebagai upaya melestarikan kearifan lokal dan mendukung dalam memajukan kebudayaan. Diketahui, kacaping atau yang berarti kecapi merupakan sebuah alat musik tradisional masyarakat Bugis-Makassar.

Bupati Maros, Chaidir Syam menjelaskan, fenomena belakangan ini, banyak kalangan yang tidak mengenal kecaping sebagai alat musik tradisional BugisMakassar.

Untuk mempopulerkan alat musik ini, Chaidir meminta agar kecaping dikenalkan kepada anak-anak. Selama ini, kata dia, yang memainkan alat musik kecaping adalah orang tua.

"Kita sangat menyadari turunnya kecintaan masyarakat terhadap musik-musik tradisional. Bahkan generasi milenial sekarang hanya senang dengan musik-musik luar. Di era 4.0 seperti sekarang musik-musik tradisional sudah dilupakan. Generasi muda kita sekarang malah menggandrungi musik yang kebarat-baratan," ungkap Chaidir.

Menurutnya, generasi sekarang hanya sekedar ingin disebut modern tanpa tahu makna dari musik yang digandrungi. Anak-anak sekarang sebaiknya ikut melestarikan budaya lokal. Bukan hanya menyenangi musik yang tidak memiliki sejarah dan budaya.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Maros Terima Penghargaan dari Kwarnas Pramuka

Chaidir menyebutkan, pada dasarnya Bugis-Makassar memiliki banyak musik-musik yang indah didengar, mengandung kisah terdahulu, dan makna yang begitu dalam.

"Di sini kita punya musik dan alat tradisional yang menjadi warisan leluhur. Seperti halnya kacaping, ini adalah alat budaya tradisional kita," tegas Chaidir.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, M Ferdiansyah mengatakan kegiatan kebudayan harus tetap dikembangkan.

"Jangan sampai dalam suasana Covid-19 seperti saat ini kita tidak berpikir kreatif, kita harus tetap berinovasi," ucapnya.

Ferdy juga mendukung apa yang diungkapkan Bupati Maros. Dia menilai, musik tradisional harus tetap dilestarikan di Maros. "Makanya kegiatan pelatihan seperti ini harus tetap dikembangkan," pungkas Ferdy.

Ketua Komunitas Seni, Agung Ahmad menjelaskan, kegiatan itu digelar karena banyaknya generasi sekarang yang sudah lupa alat musik kecapi. Dirinya melanjutkan, notabenenya kecapi adalah salah satu alat musik yang sangat bagus, bisa dilihat dari notnya yang bisa sebanding dengan alat-alat musik dari luar.

"Ini hanya awal kegiatan, hanya membahas latar belakang kecapi, perkembangannya, dan cara membuat alat musik tradisional kecapi," ungkap Agung.

Kegiatan melestarikan budaya ini menurut Agung akan dilanjutkan pada bulan Oktober. "Inshaallah di bulan sepuluh nanti akan dibahas bagaimana pengaplikasian kecapi, bagaimana cara memainkan dan bagaimana tentang harmonisasinya," jelas Agung.

Baca Juga: BPJamsostek Beri Beasiswa Santunan Bagi Pegawai Non ASN di Maros

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos Astra Ungkap Kolaborasi...
Bos Astra Ungkap Kolaborasi dan Kearifan Lokal di Kampung Berseri Desa Les Bali Utara
Jadi Event Tahunan,...
Jadi Event Tahunan, Festival Kalipasir Ruang Perjumpaan Lintas Generasi untuk Berkarya Bersama
Mengenal Tradisi Bekarang...
Mengenal Tradisi Bekarang Lubuk Larangan, Kearifan Lokal Menjaga Alam Jambi
Irjen Helmy Santika...
Irjen Helmy Santika Dukung Asta Cita Prabowo, Tambah Materi Kearifan Lokal dan Pertanian di SPN Polda Lampung
Eksotika Bromo Tampilkan...
Eksotika Bromo Tampilkan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam
Sekretaris MUI Sulsel:...
Sekretaris MUI Sulsel: Lebaran Ketupat Manifestasi Kerukunan Masyarakat
Pertanian Digital vs...
Pertanian Digital vs Lahan Gadang: Ketika Agritech Menggerus Kedaulatan Petani Minangkabau
225 Dai Dilepas Laznas...
225 Dai Dilepas Laznas Dewan Dakwah ke Daerah Terpencil
Kementan Libatkan Masyarakat...
Kementan Libatkan Masyarakat Adat Kembangkan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal
Rekomendasi
Driver Taksi Ini Simpan...
Driver Taksi Ini Simpan Rahasia Gelap, Nonton Microdrama Midnight Meter di V+Short
FPBS UPI Gelar Lokakarya...
FPBS UPI Gelar Lokakarya Puisi dan Bedah Buku Sonata Senja, Dorong Mahasiswa Aktif Menulis
Statistik Ungkap Rahasia...
Statistik Ungkap Rahasia Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pramono Anung Janji...
Pramono Anung Janji JPO Tendean Segera Dibangun Kembali
Terduga Pelaku Teror...
Terduga Pelaku Teror Bom di Jaksel Jadi Tersangka, Fahira Idris Minta 6 Hal Ini Jadi Perhatian
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Yolanda Mambu Dorong APBD Parigi Moutong Prorakyat
Pembunuh Sadis Pengemudi...
Pembunuh Sadis Pengemudi Ojol di Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka
Pemkot Tangsel Bangun...
Pemkot Tangsel Bangun 3.280 PJU, Benyamin Davnie: Agar Aktivitas Masyarakat Aman
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved