Persi Jatim Minta Anggotanya Tambah Ruang Isolasi Pasien Covid-19
Jum'at, 29 Mei 2020 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Dengan langkah itu, Persi Jatim saat ini mengimbau anggotanya agar menambah ruang isolasi dari yang selama ini dimiliki.
Memang untuk membuat ruang isolasi yang sesuai dengan standar kesehatan dibutuhkan biaya yang mahal. Satu ruangan biayanya antara Rp 70 juta hingga Rp 80 juta. Standarisasinya itu misalnya tekanan udara di ruangan harus negatif, ventilator dengan standar tinggi dan sebagainya.
RSI Surabaya Ahmad Yani sendiri, kata dr Samsul, mulai proses menambah ruang isolasi. Karena enam ruang isolasi yang ada saat ini sudah penuh pasien Covid-19. Padahal, jumlah pasien terus bertambah.
“Kami sedang menambah 18 ruang isolasi lagi. Sekarang sudah hampir selesai. Nantinya akan nambah enam lagi. Jadi total seluruhnya jadi 30 ruangan. Semua standar kesehatan ya, jadi tidak perlu khawatir. Ini kami siapkan walau RSI Surabaya Ahmad Yani bukan rumah sakit rujukan Covid-19,” jelasnya.
Samsul berharap, rumah sakit lain yang tergabung Persi Jatim juga mulai melakukan hal serupa. Semua demi segera memutus mata rantai penularan virus ini sehingga kehidupan bisa kembali normal.
Persi Bingung Setelah LPT Unair Tutup Uji Swab
Sementara itu, Persi juga kebingungan setelah Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Universitas Airlangga (Unair) tutup uji swab. Pihaknya tak tahu harus mengirimkan sampel swab masyarakat ke mana lagi.
Karena yang ditunjuk untuk uji sampe swab hanya di dua lokasi yakni di LPT Unair dan lembaga milik Kementerian Kesehatan. "Kalau satu ditutup, akan terjadi penumpukan di tempat lainnya. Kami bingung bagaimana mengatasinya,” ujar Wakil Ketua Persi Jatim, dr Samsul Arifin, MARS.
Memang untuk membuat ruang isolasi yang sesuai dengan standar kesehatan dibutuhkan biaya yang mahal. Satu ruangan biayanya antara Rp 70 juta hingga Rp 80 juta. Standarisasinya itu misalnya tekanan udara di ruangan harus negatif, ventilator dengan standar tinggi dan sebagainya.
RSI Surabaya Ahmad Yani sendiri, kata dr Samsul, mulai proses menambah ruang isolasi. Karena enam ruang isolasi yang ada saat ini sudah penuh pasien Covid-19. Padahal, jumlah pasien terus bertambah.
“Kami sedang menambah 18 ruang isolasi lagi. Sekarang sudah hampir selesai. Nantinya akan nambah enam lagi. Jadi total seluruhnya jadi 30 ruangan. Semua standar kesehatan ya, jadi tidak perlu khawatir. Ini kami siapkan walau RSI Surabaya Ahmad Yani bukan rumah sakit rujukan Covid-19,” jelasnya.
Samsul berharap, rumah sakit lain yang tergabung Persi Jatim juga mulai melakukan hal serupa. Semua demi segera memutus mata rantai penularan virus ini sehingga kehidupan bisa kembali normal.
Persi Bingung Setelah LPT Unair Tutup Uji Swab
Sementara itu, Persi juga kebingungan setelah Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Universitas Airlangga (Unair) tutup uji swab. Pihaknya tak tahu harus mengirimkan sampel swab masyarakat ke mana lagi.
Karena yang ditunjuk untuk uji sampe swab hanya di dua lokasi yakni di LPT Unair dan lembaga milik Kementerian Kesehatan. "Kalau satu ditutup, akan terjadi penumpukan di tempat lainnya. Kami bingung bagaimana mengatasinya,” ujar Wakil Ketua Persi Jatim, dr Samsul Arifin, MARS.
Lihat Juga :