KH Munasir, Mantan Heiho Komandan Batalyon 39 Tjondromowo yang Bikin Belanda Ciut

Selasa, 17 Agustus 2021 - 19:44 WIB
loading...
A A A
Pertempuran 12 Februari 1949, Mayor Munasir berhasil meloloskan diri dari kepungan musuh di Dlanggu, Mojokerto. Komandan pasukan dengan nomor register 39 itu kehilangan banyak anggotanya pada pertempuran sengit yang meminta banyak korban. KH Munasir kemudian menuju Tebuireng dan berusaha menyusun kembali kesatuannya.

"Berdasarkan penuturan Kapten Achyat Chalimy, salah satu anggota Batalyon 39 Tjondromowo, Batalyon Moenasir hampir musnah. Istilah itu muncul karena tidak banyak anggotanya yang bisa berkumpul kembali ke induk pasukan. Mungkin sebagian gugur, hilang atau memilih bergabung dengan kesatuan pejuang lainnya," tulis Ayuhan.

Tak habis akal, untuk mencukupi jumlah anggota, KH Munasir kemudian merekrut santri Tebuireng dan pesantren lainnya di wilayah Jombang. Pada 8 April 1949 Mayor Munasir melakukan konsolidasi di Desa Daro, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Pertemuan itu bertujuan membangun kembali kesatuan yang sempat tercerai berai. Mayor Munasir kemudian mengusulkan nama Tjondromowo untuk kesatuan yang dipimpinnya.

Baca juga: 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung di Aceh

" Tjondromowo adalah nama kucing yang dipercaya memiliki kelebihan dan kekuatan adi kodrati. Keistimewaan kucing tjondromowo adalah pandangan matanya yang bisa menakutkan lawan. Seekor tikus akan lumpuh mana kala bertatapan pandang dengan kucing tjondromowo. Demikian pula kucing lainnya akan ketakutan bila bertemu kucing berbulu tiga warna itu," jelas Yuhan.

Pasca itu, batalyon tersebut kembali melesat. Seperti sebelumnya, Batalyon Tjondromowo kembali menunjukan tajinya dengan menggempur pasukan-pasukan Belanda yang hendak masuk Mojokerto. Usai gagal membendung sekutu di wilayah Brangkal, Batalyon Munasir kemudian bergabung dengan Batalyon Hayam Wuruk untuk menguasai wilayah Pacet.

Pada saat penyerahan kedaulatan di akhir Desember 1949, Batalyon Tjondwomowo ditunjuk mewakili republik untuk menerima alih pengamanan wilayah Jombang dari tangan tentara Belanda. Tugas pengamanan itu dapat dilaksanakan dengan baik. Setelah keamanan di Jombang dipulihkan, Batalyon Tjondromowo digeser ke Tuban, untuk tugas yang sama.

Baca juga: 76 Tahun Indonesia Merdeka, 3 Perempuan di Rembang Hidup Memprihatinkan di Tengah Hutan

Penugasan juga diterima ketika terjadi kerusuhan yang dilakukan oleh Gerombolan Malik di sekitar Mojokerto. Sebagian pasukan Tjondromowo diperbantukan pada Brigade 1 yang dipimpin oleh Mayor Basuki Rakhmad.

Pada tahun 1952 Mayor Munasir memilih membubarkan pasukannya saat ada kebijakan pengurangan personel tentara. Sepertinya Munasir tidak ingin ada anggotanya yang diberhentikan, sebab dianggap tidak memiliki cukup syarat untuk tetap menjadi tentara. Pembubaran itu dilakukan pada sebuah upacara di lapangan Gunungsari tahun 1952. Upacara yang berlangsung haru dengan linangan air mata.

"Saat ini Tjondromowo tetap ada dan dipakai untuk Batalyon Infanteri 509 Kostrad yang berpangkalan di Sukorejo, Jember. Tentu batalyon itu tidak ada kaitan sejarah dengan kesatuan pimpinan Mayor Munasir. Batalyon 509 tidak menggunakan lambang kucing belang telon tetapi berlogo macan kumbang," ujar mantan Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto ini.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi IAIN Kendari:...
Akademisi IAIN Kendari: Gelar Pahlawan Soeharto Harus Dilihat dengan Objektivitas dan Semangat Rekonsiliasi
Kisah Penyamaran Untung...
Kisah Penyamaran Untung Surapati, dari Jualan Sirih hingga Kumpulkan Pasukan Pejuang di Batavia
Masyarakat Purbalingga...
Masyarakat Purbalingga Minta Pemerintah Peduli Warisan Jenderal Soedirman
Kisah Pangeran Diponegoro,...
Kisah Pangeran Diponegoro, Pahlawan, Pejuang, hingga Tokoh Ulama Berpengetahuan Tinggi
Pramono-Rano Pastikan...
Pramono-Rano Pastikan Bantuan untuk Keluarga Pahlawan Tetap Berlanjut
Kisah Bung Tomo Hobi...
Kisah Bung Tomo Hobi Fotografi dan Bikin Puisi yang Jarang Diketahui
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
GMNI Desak Pemerintah...
GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
Selamat Jalan Pahlawan!...
Selamat Jalan Pahlawan! Pemakaman Mayor Anumerta Zulmi Diiringi Isak Tangis
Rekomendasi
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Berita Terkini
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved