Akademisi IAIN Kendari: Gelar Pahlawan Soeharto Harus Dilihat dengan Objektivitas dan Semangat Rekonsiliasi
Minggu, 09 November 2025 - 19:29 WIB
loading...
Akademisi IAIN Kendari La Ode Anhusadar menilai wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soeharto seharusnya tidak dilihat semata-mata dari sudut politik atau luka masa lalu. Foto: Ist
A
A
A
KENDARI - Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari La Ode Anhusadar menilai wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soeharto seharusnya tidak dilihat semata-mata dari sudut politik atau luka masa lalu. Bangsa ini perlu mendekati persoalan tersebut dengan objektivitas, kejujuran sejarah, dan semangat rekonsiliasi nasional.
Menurut La Ode, sikap saling menegasikan jasa dan kesalahan hanya akan memperpanjang luka sosial bangsa. “Kita perlu memandang sejarah secara objektif dan tidak membiarkan emosi menghalangi pemahaman kita tentang masa lalu. Dendam dan kebencian tidak akan pernah membawa perdamaian,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto, Akademisi IAIN Ternate: Jadilah Bangsa Pemaaf
Dia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menghadapi perbedaan memori sejarah antara generasi dan kelompok politik.
“Rekonsiliasi bukan berarti melupakan masa lalu, tetapi menjadikannya pelajaran untuk masa depan. Kita bisa menghormati korban sejarah sekaligus mengakui jasa tokoh-tokoh besar bangsa, termasuk Soeharto,” ucapnya.
Menurut La Ode, sikap saling menegasikan jasa dan kesalahan hanya akan memperpanjang luka sosial bangsa. “Kita perlu memandang sejarah secara objektif dan tidak membiarkan emosi menghalangi pemahaman kita tentang masa lalu. Dendam dan kebencian tidak akan pernah membawa perdamaian,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto, Akademisi IAIN Ternate: Jadilah Bangsa Pemaaf
Dia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menghadapi perbedaan memori sejarah antara generasi dan kelompok politik.
“Rekonsiliasi bukan berarti melupakan masa lalu, tetapi menjadikannya pelajaran untuk masa depan. Kita bisa menghormati korban sejarah sekaligus mengakui jasa tokoh-tokoh besar bangsa, termasuk Soeharto,” ucapnya.
Lihat Juga :