Bisnis Properti di Jawa Timur Mulai Tumbuh, Pengembang Garap Proyek Baru

Senin, 16 Agustus 2021 - 09:59 WIB
loading...
Bisnis Properti di Jawa Timur Mulai Tumbuh, Pengembang Garap Proyek Baru
ilustrasi
A A A
SURABAYA - Bisnis properti di Jawa Timur (Jatim) mulai menggeliat di tengah pandemi COVID-19. Pertumbuhan minat pembelian properti di Jatim meningkat hingga mencapai 8 persen.

Angka ini lebih tinggi dari DKI Jakarta serta daerah-daerah pendukungnya, seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Menariknya, pertumbuhan properti di Jatim ini tidak hanya terpusat di satu daerah seperti Surabaya. Melainkan meliputi Sidoarjo, Malang, Gresik, dan sekitarnya.

Membaiknya bisnis properti di Jatim ini ditandai dengan hadirnya sejumlah proyek bari dari pengembang. Salah satunya dari PT Surya Kalixtus Sanggraloka. Pengembang tersebut saat ini menggarap hunian modern dengan nama Grand Wisata Prigen di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan.

"Proyek ini berdiri diatas lahan seluas 2 hektar. Konsepnya rumah bernuansa villa di kawasan Gunung Arjuna. Tentunya view yang disajikan adalah hamparan pepohonan dengan udara dingin yang bersih," kata CEO PT Surya Kalixtus Sanggraloka, Imam Machmud ST, Senin (16/8/2021).

Baca juga: MNC Group-Jasamarga Kolaborasi Kembangkan Bisnis Properti dan Konten Digital

Sebelumnya, PT Surya Kalixtus Sanggraloka telah mengembangkan 7 proyek hunian dengan konsep wisata alam. Di antaranya Grand Wisata Pandam Arum (Pacet- Mojokerto), Grand Surya Trowulan (Mojokerto), Grand Surya Ketintang (Surabaya), Grand Surya Sepanjang (Sidoarjo), Grand Surya Lebaksono (Mojosari), dan Grand Surya Kertosari (Pasuruan). "Situasi pandemi ini menantang kami untuk berinovasi dalam mengembahkan bisnis properti. Terutama dengan konsep hunian berlatarbelakang alam," kata Imam.

Sementara itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti optimistis, geliat bisnis properti ini mengindikasikan akan segera membaiknya perekonomian di Indonesia, khususnya Jatim.

"Semakin tumbuhnya minat masyarakat terhadap properti jelas menjadi angin segar untuk kita. Ini bisa juga menandakan jika perlahan perekonomian mulai membaik. Kita berharap kondisi positif ini bisa terus meningkat," tutur LaNyalla.

Senator asal Jatim itu menambahkan, pandemi telah membuat masyarakat sangat selektif dalam menggunakan uangnya. Menurutnya, perekonomian sangat tertekan saat pandemi. Masyarakat pun cenderung hati-hati.

"Minat yang tinggi terhadap properti ini dipicu juga ketersediaan fasilitas infrastruktur, seperti jalan tol, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pelabuhan Teluk Lamong, dan lain sebagainya," katanya.

Meski pertumbuhan jumlah pencari properti secara nasional sangat baik, tren suplai pasokan dan permintaan masih belum seimbang. Permintaan tercatat hanya berada pada angka 7,7 persen. Sementara pasokan 16,2 persen. Tren suplai properti terbesar masih terkonsentrasi di tiga lokasi utama, yaitu DKI Jakarta (38,6 persen), Jawa Barat (23,1 persen), dan Jawa Timur (16,2 persen).

"Untuk mempercepat pemenuhan minat masyarakat terhadap properti, kita berharap tren pasokan diimbangi. Pertumbuhan positif ini harus semakin menambah gairah masyarakat, khususnya dalam minat kepemilikan aset properti," pungkas LaNyalla
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1577 seconds (11.210#12.26)