Warga Resah, Sampah Berserakan di Pasar Pagi Medan Labuhan
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 11:24 WIB
loading...
Sampah berserakan di Pasar Pagi Medan Labuhan.Foto Rusli.HR/ iNews TV.
A
A
A
MEDAN - Selama sepekan ini warga yang bermukim di jalan Syahbudin Yatim, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara merasa resah, karena sampah berserakan di halaman kawasan rumah mereka.
Sampah sisa jualan pedagang sayur-mayur di Pasar Pagi, Jalan Syahbudin Yatim Medan Labuhan tersebut, sudah sepekan tidak lagi diangkut petugas kebersihan sampah Kota Medan. Baca juga: Selama Masa PPKM Darurat hingga Level 4, Volume Sampah di Bekasi Turun 20%
Padahal sebelumnya, sampah sisa jualan sayur-mayur tersebut setiap harinya diangkut petugas kebersihan Kota Medan, dengan ketentuan setiap pedagang membayar uang restribusi sampah seribu rupiah per harinya. Namun, dalam sepekan ini sampah tersebut tidak lagi diangkut dan petugas kebersihanpun tidak lagi mengutip uang retribusi sampah kepada para pedagang.
Syamsul (40) salah seorang warga di kawasan pasar itu ketika dijumpai, Kamis (12/8) mengatakan, dengan tidak dibersihkannya sampah-sampah yang berserakan membuat warga sekitar menjadi resah. "Sementara para pedagang setelah selesai berjualan mereka kembali ke rumah masing-masing dengan meninggalkan sampah yang berserakan," ungkap Syamsul, Jumat (14/8/2021).
Sedangkan Nurhayati (45) salah seorang ibu rumah tangga yang bermukim di lingkungan 10 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan merasa sangat terganggu akibat sampah-sampah dari pasar pagi ditumpukan di sekitar kawasan rumahnya di Jalan Inspeksi. Baca juga: Viral! Emak-emak Bersihkan Sampah Vandalisme di Tembok Kebayoran Baru
Sampah sisa jualan pedagang sayur-mayur di Pasar Pagi, Jalan Syahbudin Yatim Medan Labuhan tersebut, sudah sepekan tidak lagi diangkut petugas kebersihan sampah Kota Medan. Baca juga: Selama Masa PPKM Darurat hingga Level 4, Volume Sampah di Bekasi Turun 20%
Padahal sebelumnya, sampah sisa jualan sayur-mayur tersebut setiap harinya diangkut petugas kebersihan Kota Medan, dengan ketentuan setiap pedagang membayar uang restribusi sampah seribu rupiah per harinya. Namun, dalam sepekan ini sampah tersebut tidak lagi diangkut dan petugas kebersihanpun tidak lagi mengutip uang retribusi sampah kepada para pedagang.
Syamsul (40) salah seorang warga di kawasan pasar itu ketika dijumpai, Kamis (12/8) mengatakan, dengan tidak dibersihkannya sampah-sampah yang berserakan membuat warga sekitar menjadi resah. "Sementara para pedagang setelah selesai berjualan mereka kembali ke rumah masing-masing dengan meninggalkan sampah yang berserakan," ungkap Syamsul, Jumat (14/8/2021).
Sedangkan Nurhayati (45) salah seorang ibu rumah tangga yang bermukim di lingkungan 10 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan merasa sangat terganggu akibat sampah-sampah dari pasar pagi ditumpukan di sekitar kawasan rumahnya di Jalan Inspeksi. Baca juga: Viral! Emak-emak Bersihkan Sampah Vandalisme di Tembok Kebayoran Baru
Lihat Juga :