3.000 Alat Tes Antigen Bakal Disiapkan di Perbatasan Makassar-Gowa
Kamis, 05 Agustus 2021 - 07:48 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk pelaksanaan itu belum, nanti kita koordinasi dengan Forkopimda. Teknisnya, saya sudah serahkan ke TNI-Polri. Mengenai penegakan, ketegasan prokes, saya serahkan ke TNI-Polri biar mereka duluan. Untuk Swab langsung saya tidak tahu, tapi permintaan seperti itu kami sudah siapkan. Menyiapkan orang menyiapkan antigen," ucapnya.
Selain menyediakan posko di perbatasan, Danny juga bakal menyediakan 998 posko yang disebar di seluruh kelurahan.
"Sekarang pekerjaan terbesar adalah mencari. Besok ini saya sudah mulai tes posko RW itu (jumlahnya) seribu. Nanti detektor akan ditraining saya akan langsung training bersama teman-teman IDI lewat virtual, 1.000 posko (tepatnya) 998 posko detektor kumpul di situ kami akan training sekaligus menguji posko," pungkasnya.
Baca Juga: Luhut Sebut Pemerintah Bakal Geber Angka Tracing 1 Banding 10
Ahli Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan pengadaan antigen di perbatasan merupakan langkah yang cukup baik. Beberapa daerah, kata dia, termasuk ibu kota menerapkan hal serupa.
Hanya saja dinilai kurang efektif, karena yang seharusnya menjadi sasaran tracing dan testing adalah klaster keluarga yang tinggi yang di Kota Makassar.
Selain menyediakan posko di perbatasan, Danny juga bakal menyediakan 998 posko yang disebar di seluruh kelurahan.
"Sekarang pekerjaan terbesar adalah mencari. Besok ini saya sudah mulai tes posko RW itu (jumlahnya) seribu. Nanti detektor akan ditraining saya akan langsung training bersama teman-teman IDI lewat virtual, 1.000 posko (tepatnya) 998 posko detektor kumpul di situ kami akan training sekaligus menguji posko," pungkasnya.
Baca Juga: Luhut Sebut Pemerintah Bakal Geber Angka Tracing 1 Banding 10
Ahli Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan pengadaan antigen di perbatasan merupakan langkah yang cukup baik. Beberapa daerah, kata dia, termasuk ibu kota menerapkan hal serupa.
Hanya saja dinilai kurang efektif, karena yang seharusnya menjadi sasaran tracing dan testing adalah klaster keluarga yang tinggi yang di Kota Makassar.
Lihat Juga :