Tangis Pecah Iringi Pemakaman Selamat Sianipar Pasien COVID-19 yang Sempat Dipukuli Warga

Senin, 02 Agustus 2021 - 14:11 WIB
loading...
Tangis Pecah Iringi Pemakaman Selamat Sianipar Pasien COVID-19 yang Sempat Dipukuli Warga
Lisbet Sitorus (43) ditangani tim medis usai pingsan saat pemakaman suaminya, Selamat Sianipar di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba. Foto/MPI/Robert Fernando H Siregar
A A A
TOBA - Tangis keluarga pecah mengiringi pemakaman Selamat Sianipar (45), pasien COVID-19 yang sempat dianiaya warga karena ingin menularkan virus korona di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Selamat, Pasien COVID-19 yang Dianiaya di Toba, Akhirnya Meninggal di RSUP Adam Malik Medan

Jenazah Selamat Sianipar begitu tiba di kampungnya, Desa Pardomuan langsung dimakamkan sesuai protokol pemulasaran jenazah COVID-19.

Baca juga: Toba Gempar, Melarikan Diri Dari RS dan Berulah Pasien COVID-19 Dipukuli Warga

Pemakaman diiringi tangis keluarga Selamat Sianipar. Lisbet Sitorus (43) istri Selamat Sianipar, terlihat tidak dapat membendung isak tangis dan menangis histeris hingga tidak sadarkan diri. Tim medis bergegas menangani Lisbet Sitorus yang jatuh pingsan.

Tangis Pecah Iringi Pemakaman Selamat Sianipar Pasien COVID-19 yang Sempat Dipukuli Warga

Jenazah Selamat Sianipar begitu tiba di kampungnya, Desa Pardomuan langsung dimakamkan sesuai protokol pemulasaran jenazah COVID-19. Foto/MPI/Robert Fernando H Siregar

Terlihat keluarga Selamat Sianipar begitu ramai di area pekuburan, walau dijaga oleh aparat. Tangisan keluarga memenuhi area pekuburan di kampung tersebut.

Keluarga menyebut mendiang Selamat Sianipar semasa hidupnya adalah orang baik, taat beribadah serta tidak pernah absen masuk beribadah ke Gereja.

Selamat Sianipar menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum (RSU) Adam Malik Medan pada Minggu (1/8/2021).
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3207 seconds (10.55#12.26)