Limbah Medis Covid-19 Berbahaya, Penanganan Harus Aman dan Maksimal

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:30 WIB
loading...
Limbah Medis Covid-19...
Penanganan limbah medis Covid-19 dinilai belum maksimal. Foto/Ilustrasi
A A A
MADIUN - Penanganan limbah medis Covid-19 dinilai belum maksimal. Hal itu pun menuai sorotan dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti . Menurutnya, jika tidak dikelola dengan baik, limbah medis Covid-19 atau infeksius yang termasuk B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) akan menjadi sumber penularan baru.

"Penanganan limbah medis Covid-19 tidak boleh dianggap sepele. Harus dikerjakan cepat, aman, dan efisien sebagai bagian penting dari upaya mengurangi penyebaran virus Covid-19 dan penyakit lainnya," ucap LaNyalla, Minggu (1/8/2021).

Berdasarkan catatan pemerintah, terdapat sekitar 18.460 ton limbah medis per 27 Juli 2021. Limbah tersebut berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari Rumah Sakit, Puskesmas, RS Darurat Covid-19, Wisma Isolasi, tempat karantina mandiri, hingga uji deteksi maupun vaksinasi.

Baca Juga: Bebas Masker, Swedia Catat Nol Kematian Akibat COVID-19

Limbah itu antara lain berupa pakaian medis, sarung tangan, face shield, Hazmat, Alat Pelindung Diri, infus bekas, masker, botol vaksin, jarum suntik, alat PCR, antigen, dan alkohol pembersih swab.

"Saya dengar pemerintah menyiapkan dana Rp1,3 triliun untuk pengelolaan limbah B3 medis tersebut. Dengan dana sebesar itu, penanganannya harus lebih sistematis dan tepat," lanjutnya.

Pada masa pandemi, produksi limbah medis sebanyak 383 ton per hari. Sampai saat ini, baru 4,1 persen rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas pembakaran limbah medis B3 atau insinerator yang berizin. Sementara itu ada 20 pelaku usaha pengelolaan limbah di seluruh Indonesia, tetapi hampir semuanya di Pulau Jawa.

Baca Juga: Kurun Waktu 2 Bulan Sebanyak 18 Bayi di Kota Bekasi Positif Covid

Oleh karena itu, LaNyalla menginginkan supaya instrumen untuk pengelolaan limbah medis merata di semua daerah. "Segera dibangun alat-alat pemusnah limbah B3 medis di tiap kota atau kabupaten, minimal provinsi. Apakah memakai insinerator atau alat lain itu terserah pada Kementerian Lingkungan Hidup," tutur Senator asal Jawa Timur itu.

Selain dimusnahkan, LaNyalla mengusulkan limbah medis yang berpotensi untuk didaur ulang sebaiknya didaur ulang menjadi produk baru. Tetapi, tetap harus memperhatikan faktor keamanan dan dan kesehatan.

"Kalau memungkinkan didaur ulang, kenapa tidak. Justru lebih bagus, karena nantinya akan nilai tambah secara ekonomi," terang mantan ketua Umum PSSI itu.

LaNyalla juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati membuang alat medis yang telah digunakan. "Agar tidak membahayakan orang lain, lebih baik limbah dari kita seperti masker langsung dibakar saja daripada dibuang ke tempat sampah," tutur La Nyalla.

Baca Juga: Kemensos Peringatkan Penyalahguna Bansos Covid-19 Bakal Ditindak
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Limbah Masker Tak Terkendali,...
Limbah Masker Tak Terkendali, Ini Panduan Pakar Mikrobiologi
Waduh, Limbah Medis...
Waduh, Limbah Medis Bekas Rapid Test Dibuang di Jembatan Penyeberangan Kudus
Tak Ada Ijin, Layanan...
Tak Ada Ijin, Layanan Tes Antigen Digrebek Polisi, 4 Orang Diamankan
Waduh, Limbah Medis...
Waduh, Limbah Medis di TPSA Ciniru Kembali Ditemukan
Gunakan Incenerator...
Gunakan Incenerator Canggih, Jamed Musnahkan Ratusan Ton Limbah Medis COVID-19
Keren, Mahasiswa Universitas...
Keren, Mahasiswa Universitas Pertamina Ubah Limbah Medis Jadi Bed Rumah Sakit
AJPLI Gelar Ngobrol...
AJPLI Gelar Ngobrol Peduli Lingkungan Bertajuk Kilas Balik Covid-19 : Pengelolaan Limbah Medis Selama Pandemi
Gawat, 28.000 Ton Sampah...
Gawat, 28.000 Ton Sampah Masker dan Sarung Tangan Medis Mencemari Lautan
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Berita Terkini
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Infografis
Apakah Telur, Daging...
Apakah Telur, Daging dan Susu Aman untuk Penderita Kolesterol?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved