Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

BOR Rumah Sakit COVID-19 Jabar Turun Drastis, Ridwan Kamil Usulkan Pengetatan Mikro

loading...
BOR Rumah Sakit COVID-19 Jabar Turun Drastis, Ridwan Kamil Usulkan Pengetatan Mikro
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengusulkan penerapan pengetatan skala mikro di Jabar seiring BOR RS rujukan COVID-19 turun drastis. Foto/Humas Pemprov Jabar
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menyampaikan usulan agar pemerintah pusat menerapkan pengetatan skala mikro di Jabar seiring semakin turunnya tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di provinsi yang dipimpinnya itu.

Baca juga: Jadi Teka-teki, KPK Diminta Ungkap Inisial HK di Kasus Korupsi Bansos Bandung Barat

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, setelah sempat mencapai puncaknya hingga lebih dari 90% pasca-Lebaran lalu, BOR rumah sakit rujukan COVID-19 Jabar kini turun drastis menjadi hanya 55,17% atau di bawah ambang batas aman yang ditentukan WHO, yakni 60%.

Baca juga: Horor! Kecapekan, Relawan Pemakaman Jenazah COVID-19 Tidur di Kuburan



"BOR kita per tanggal 30 Juli sudah di 55,17 persen. Ini sudah melewati batas kedaruratan dari WHO," ungkap Kang Emil di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat (30/7/2021).

Menurut Kang Emil, turunnya BOR rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar tak lepas dari penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), kedisipilan masyarakat, dan treatment kepada pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Puncaknya (BOR) 91 persen bulan lalu. Ini berkat kerja keras semua," ujar Kang Emil.

Dia berharap, turunnya BOR ini juga berdampak pada keterkendalian kasus aktif, kematian, dan kesembuhan pasien. Dengan demikian, kebijakan pengetatan bisa diturunkan.

"Sehingga pengetatan-pengetatan akan kami usulkan kepada pemerintah pusat supaya berbasis mikro," kata Kang Emil.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top