Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Penyaluran Bansos COVID-19 Pemprov Jatim Capai Rp46,49 Miliar

loading...
Penyaluran Bansos COVID-19 Pemprov Jatim Capai Rp46,49 Miliar
ilustrasi
SURABAYA - Untuk meringankan beban warga akibat dampak pandemi COVID-19 serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Pemprov Jatim terus menggelontorkan bantuan sosial (bansos) untuk warga.

Hingga 23 Juli 2021, Pemprov Jatim telah merealisasikan bansos sebesar Rp46,49 miliar atau baru mencapai 37,57% dari target alokasi bansos sebesar Rp123,7 miliar. Sedangkan realisasi belanja bansos tahun 2021 oleh kabupaten kota se-Jatim telah mencapai Rp220,6 miliar.

"Penyaluran bansos terus kami maksimalkan. Bahkan saya juga melakukan penyisiran langsung ke masyarakat yang tidak teridentifikasi sebagai penerima bansos," katanya, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Targetkan 17 Agustus Herd Immunity, Vaksinasi di Jatim Baru 23,27 Persen



Sebelumnya, Khofifah membagikan 250 paket bantuan untuk warga yang tinggal di bawah jembatan layang yang dikenal kampung 1001 malam di Kelurahan Moro Krembangan dan Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jumat (23/7/2021).

Dengan semangat, orang nomor satu di Jatim itu blusukan dengan menyalurkan bantuan kepada warga di dua kelurahan tersebut. Bahkan, untuk mengetahui kondisi warga, Gubernur Khofifah pun menyeberang sungai dengan menaiki rakit untuk menjangkau warga yang tinggal di Kampung 1001 malam, wilayah Dupak Surabaya.

Bukan tanpa alasan, pemberian bantuan sembako di kedua kelurahan tersebut dikarenakan banyak warga yang ditemui tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial karena tidak terdata sebagai warga setempat.

Jika biasanya kita berbagi kepada masyarakat yang kita temui di setiap kunjungan ke daerah. Kali ini secara khusus saya mendapat informasi bahwa daerah-daerah slum area seperti ini banyak ditemukan unregistered people, ungkap Khofifah
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top