PPKM Level 4 di Surabaya, Pemilik Warung: Saya Coba Buka Tapi Masih Sepi
Senin, 26 Juli 2021 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu pengunjung warung, Yuan Abadi mengaku setuju dengan kebijakan pemerintah memberi kelonggaran agar bisa makan ditempat bagi pengunjung warung. Meski begitu, tetap dibatasi 20 menit. "Kalau seperti ini kan pengusaha warung tetap bisa 'hidup' dan pemerintah bisa menekan kasus COVID-19," ujarnya, Senin (26/7/2021).
Sementara itu, warung yang juga menyewakan playstation ini tampak lebih sepi dibanding ketika belum penerapan PPKM Darurat. Beberapa kursi yang disiapkan terlihat kosong. Para pegawai perkantoran yang biasanya nongkrong di warung tersebut juga tidak tampak.
Pengelola warung Transnet, Fahrudin mengaku kurang sepakat ketika pengunjung warung hanya dibatasi 20 menit. Sebab, orang yang datang ke warung, utamanya warung kopi, tujuannya adalah nongkrong.
Nah, kalau nongkrong tentu membutuhkan waktu yang lebih dari 20 menit. Bahkan bisa berjam-jam. "Hari ini saya coba buka, tapi masih sepi. Seperti waktu PPKM Darurat. Orang pasti akan mikir, kalau ke warung, tidak bisa berlama-lama karena dibatasi 20 menit," ujarnya.
Sejauh ini, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat untuk mengurangi penularan COVID-19. Di warungnya juga disiapkan hand sanitizer. Tiap tempat duduk juga diberi jarak. Kapasitas warung yang mencapai 20 orang, dibatasi menjadi 10 orang. "Pengunjung juga wajib mengenakan masker," ujarnya.
Sementara itu, warung yang juga menyewakan playstation ini tampak lebih sepi dibanding ketika belum penerapan PPKM Darurat. Beberapa kursi yang disiapkan terlihat kosong. Para pegawai perkantoran yang biasanya nongkrong di warung tersebut juga tidak tampak.
Pengelola warung Transnet, Fahrudin mengaku kurang sepakat ketika pengunjung warung hanya dibatasi 20 menit. Sebab, orang yang datang ke warung, utamanya warung kopi, tujuannya adalah nongkrong.
Nah, kalau nongkrong tentu membutuhkan waktu yang lebih dari 20 menit. Bahkan bisa berjam-jam. "Hari ini saya coba buka, tapi masih sepi. Seperti waktu PPKM Darurat. Orang pasti akan mikir, kalau ke warung, tidak bisa berlama-lama karena dibatasi 20 menit," ujarnya.
Sejauh ini, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat untuk mengurangi penularan COVID-19. Di warungnya juga disiapkan hand sanitizer. Tiap tempat duduk juga diberi jarak. Kapasitas warung yang mencapai 20 orang, dibatasi menjadi 10 orang. "Pengunjung juga wajib mengenakan masker," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :